"Saat ini jumlah investor lokal baru 300 ribu, sedangkan asing sudah mencapai 2/3 dari total investor. Harapannya porsi ini akan berubah tahun depan," ujar Direktur Pengawasan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yong dalam seminar pasar modal di hotel Ritz Calton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Menurut Wei, BEI tengah melakukan berbagai upaya agar jumlah investor domestik bisa meningkat cepat dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu caranya adalah dengan mendorong fasilitas perdagangan secara online (online trading).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BEI, menargetkan jumlah investor domestik yang bermain di pasar modal diharapkan akan meningkat menjadi 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Itu berarti sekitar 2 - 2,5 juta penduduk yang menjadi investor.
"Ini berguna agar pasar modal mempunyai posisi tawar (bergining power) yang kuat, dan tidak rentan terkena dampak finansial global," ujarnya.
Wei mengatakan, pihak sekuritas atau broker juga siap mendukung peningkatan jumlah investor lokal yang ada di pasar modal. Langkah yang telah dilakukan adalah pelayanan investasi melalui online trading.
Saat ini, tren perubahan pelayanan investasi pasar modal berbasis IT sudah dilakukan beberapa sekuritas. Dan pola ini akan terus diikuti oleh sekuritas lain, karena terbukti berhasil menjaring investor baru, walaupun didominasi oleh riteler atau perseorangan.
"Saat ini investasi juga lebih mudah. Dengan strategiΒ broker, yaitu uang Rp 5 juta sudah bisa melakukan perdagangan. Online trading jadi strategi yang tepat, maka pertumbuhan investor lokal akan terjadi," ujar pengamat pasar modal Haryajid Ramelan.
Ia mencontohkan, jumlah investor sebuah investor meningkat dari 3.000 menjadi 25 ribu investor setelah penerapan online trading. Dengan sistem online, terbukti bahwa menjadi investor bisa dilakukan dengan mudah dan murah.
(dro/dro)











































