Menurut Direktur Pengawasan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yong, pertambanganย berperan dalam perdagangan di pasar modal sampai akhir tahun ini. Ini bisa dilihat dari emiten PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang tercatat sebagai saham yang paling atraktif.
"Masih ada beberapa emiten tambang lain yang menyumbang trading value sampai akhir tahun ini. Ada PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan ada beberapa yang lain," kata Wei Yong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ditengok dari sektor kapitalisasi pasar, justru porsi pertambangan tidak berada di posisi puncak, atau hanya 13,9%. Tambang masih kalah dengan industri keuangan yaitu 25%. Kemudian disusul dengan sektor infrastruktur sekitar 19,3 %,lalu pertambangan 13,9 % danย consumer goods sekitar 12 %.
Nilai kapitalisasi pasar saham sampai 17 Desember 2009 tercatat mencapai Rp 1.977,29 triliun. Kapitalisasi pasar 20 saham terbesar menyumbang 68,7% atau setara dengan 1.368,40 triliun.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menduduki posisi teratas, yaitu Rp 203,61 triliun atau setara dengan 10,22%. Disusul dengan PT Astra Internasional Tbk (ASII) Rp 141,69 triliun (7,11%), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 118,38 triliun (5,94%), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 94,45 triliun (4,74%).
Sedangkan untuk 20 saham teraktif dalam nilai transaksi, diantaranya BUMI Rp 198,26 triliun (20,67%), TLKM Rp 42,34 triliun (4,41%), ADRO Rp 40,25 triliun (4,2%). Secara keseluruhan total nilai dari 20 saham tersebut sebesar Rp 664,81 triliun, atau 69,33% dari total transaksi Rp 958,95 triliun.
(wep/dro)











































