Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 23 Des 2009 08:34 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Bursa saham di AS menguat dipicu oleh penjualan rumah yang melampaui target. Penjualan rumah di AS mencapai level tertinggi sejak Februari 2007, setelah National Association of Realator mengatakan penjualan rumah di AS tumbuh 7.4%. Index S&P 500 +0.4% ke level 1,118.02.

Dolar AS menguat 0.3% sedangkan yields 10-years treasury bonds mencapai level tertinggi dalam 4 bulan terakhir di level 3.76%. Index Dow (+0.49%) ke level 10,464.93, di pimpin saham Boeing yang menguat 1.5% ke level $55.10, saham home depot yang meguat 1.1% ke level $29.29 dan saham IBM yang menguat 1% ke level $129.93.

Regional Pagi: Saham Australia menguat di hari kedua di tengah pertanda membaiknya perekonomian dunia dan dengan spekulasi bahwa merger dan akuisisi akan terakselerasi. Macarthur Coal Ltd., eksportir pulverized coal terbesar di dunia yang digunakan oleh produsen baja, (+3.7%) setelah Macquarie Group Ltd. mengatakan Noble Group Ltd. Hong Kong berencana membuat penawaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gloucester Coal Ltd. (+26%) setelah menerima tawaran ambil alih dari Macarthur. Telstra Corp. (+0.9%) setelah dikabarkan akan menjual saham pada anak usaha di China. S&P/ASX 200 Index (+0.3%) 4,716.60. KOSPI INDEX (+0.19%) 1,658.73. STI (+0.43%) 2,836.01.

Commodity: Crude oil (+0.2%) $74.6/bbl, Gold (+0.1%) $1,085/oz, CPO (-1.0%) 2.491 RM/MT, Nickel (-1.1%) $17,750/MT, Tin (-0.5%) $15.925/MT.

Economic & Industrial News

Economic : Rp7 T Anggaran Belum Terserap

Lebih parah dari kinerja tahun lalu, hingga pertengahan Desember ini sekitar Rp7 T dari total Rp23,80 T belanja APBD DKI 2009 belum terserap. Situasi ini kemudian memaksa Pemprov DKI melakukan semacam terobosan pembukuan, dengan memperpanjang tenggat tutup buku atau batas waktu pencairan anggaran dari yang semula dipatok 15 Desember menjadi 31 Desember 2009.

Economic: Kenaikan tarif listrik ditunda

Pemerintah akan menunda kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dari rencana awal Januari 2010 hingga waktu yang belum ditentukan karena situasi politik dinilai kurang mendukung implementasi rencana tersebut. Pemerintah, memperhitungkan beban subsidi listrik yang akan terus membengkak jika kenaikan TDL ditunda, setiap bulan beban subsidi listrik berpotensi naik Rp1,2 triliun jika kebijakan tersebut mundur.

Economic: Investor Lokal Hanya Kuasai Sepertiga Saham di BEI

Hingga 17 Desember 2009, BEI mencatat kepemilikan saham investor lokal hanya 32,5% atau setara dengan Rp 360,35 triliun. Sementara, sisanya dimiliki investor asing yakni sebesar 67,5% atau Rp 748,76 triliun.

Infra: 8 Proyek Infrastruktur Batal ditender Tahun ini

Bappenas memastikan, sebanyak 8 proyek infrastruktur yang siap tender pada 2009 batal ditenderkan. Padahal, seluruh proyek yang bernilai US$ 4,52 miliar itu memiliki multiplier effects yang besar terhadap perekonomian masyarakat.

Corporate news

BUMI: Tidak Ada Tunggakan Pajak Rp2,1 T

BUMI menyatakan tidak memiliki tunggakan pajak sebesar Rp2,1 triliun dalam Lapkeu 2007. Saat ni, perseroan tengah meminta klarifikasi dari Dirjen Pajak terkait dugaan tindak pidana pajak yang dilakukan oleh BUMI, KPC dan Arutmin.

JSMR: Laba Bersih FY10 Akan Lebih Rendah vs FY09 atas Investasi Jalan Tol

JSMR memprediksi pertumbuhan laba bersih FY10 akan melambat selama beberapa tahun ke depan karena perseroan tengah berinvestasi membangun jalan tol baru. Pendapatan diprediksi "flat" atau "sedikit lebih rendah" pada 2010 vs target FY09 Rp800 miliar atau $84,3 juta. Sementara prediksi rata-rata 11 analis yang dihimpun Bloomberg mencatat pendapatan akan kurang dari Rp949 miliar. Perseroan menyatakan keuntungan dalam 3-4 tahun kedepan akan lebih rendah namun di tahun kelima, keenam dan ketujuh akan meningkat cukup pesat.

BMRI: Kuasai 10,1% Saham Garuda Pekan Ini

BMRI segera mengkonversi utang PT Garuda Indonesia senilai Rp 1,19 triliun menjadi 10,1% saham. Perseroan tengah menunggu kesiapan Garuda dalam 1-2 hari ke depan.

GZCO: Kantongi Utang Rp600 M

GZCO melaluli anak usahanya PT Suryabumi Agrolanggeng mengantongi pinjaman dari BMRI sebesar Rp600 miliar. Perolehan dana untuk membiayai pengembangan kebun sawit dan pabrik pengolahan CPO. Selanjutnya, perseroan menargetkan pendapatan FY09 sebesar Rp450 miliar dengan laba bersih Rp200 miliar atau melampaui prediksi sebelumnya Rp145 miliar. Saat ini, perseroan tengah menjajaki kemungkinan emisi obligasi di 2010.

CENT: Diakuisisi Teledata 77,68% Saham

Teledata Ltd, Singapura perusahaan penyedian jaringan komunikasi mengakuisisi 77,68% saham CENT sebesar Sin$17,16 juta atau Rp116,15 miliar pada 21 Des09. Teledata akan membayar tunai Sin$5 juta dan sisanya Sin$12,16 juta untuk mengeksekusi convertible bond perseroan.

IPO: Megapolitan Developments Akan 'Go Public'

Perusahaan properti PT Megapolitan Developments berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada kuartal pertama 2010.

Direktur Utama Megapolitan Developments Lora Melani Lowas mengatakan langkah ini dimaksudkan untuk ekspansi usaha perseroan, mengingat potensi pertumbuhan sektor properti yang cerah.

OKAS: MNK Tunda Terbitkan Obligasi Rp 370 Miilar

MNK akhirnya menunda rencana penerbitan obligasi senilai Rp 370 miliar dikarenakan belum adanya kesepakatan yield dengan investor. Sebagai gantinya, anak usaha OKAS itu akan mengambil opsi pinjaman bank.

Earnings Watch

BRPT: Laba Bersih FY09 Melejit 208,42% yoy

Laba bersih BRPT 9M09 melejit 208,42% yoy jadi Rp560,42 miliar vs rugi bersih Rp516,92 miliar dipicu turunnya beban pokok penjualan 36,83% yoy dari Rp14.02 triliun jadi Rp8,85 triliun dan naiknya harga jual rata-rata polipropilena jadi US$1.304/MT di 3Q09 (vs 2Q09 US$1.189/MT) serta polietilena jadi US$1.305/MT (vs 2Q09 US$1.160/MT). Laba kotor 9M09 meroket 15.325,66% yoy dari Rp10,74 miliar jadi Rp1,66 triliun. Secara Q/Q laba bersih naik 46,06% vs 2Q09 Rp383,70 miliar. Sementara itu, perseroan memprediksi laba bersih FY09 tembus Rp700 miliar vs FY08 rugi bersih Rp3,39 triliun.
     
Rumor

Harga saham ISAT berpotensi ke Rp5.500/saham. Kabarnya, perseroan akan buyback obligasi dollar AS. Selain itu, rencana perseroan membangun 1.950 unit BTS untuk 3,5 G akan jadi sentimen positif.

Harga saham INAF berpotensi ke Rp100/saham seiring kabar merger perseroan dengan KAEF tetap dilanjutkan. Selain itu, peluncuran produk baru dan pembangunan pabrik jadi sentimen positif.

Corporate Actions

Hari ini (23/12), Start trading period rights issue Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA),ratio 1(new) : 2 (old) Rp 140/saham. End trading period (4 Jan10)

Hari ini (23/12), Listing IPO Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) sebanyak 12,20% Rp160/saham

Technical Picks


  • ANTM (2100) – SELL
  • BUMI (2275) – Speculative BUY
  • BTEL (145) – Trading BUY
  • SMCB (1510) – BUY.



(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads