Saham Perdana Gunawan Dianjaya Menguat Rp 5

Saham Perdana Gunawan Dianjaya Menguat Rp 5

- detikFinance
Rabu, 23 Des 2009 09:31 WIB
Saham Perdana Gunawan Dianjaya Menguat Rp 5
Jakarta - Saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini dibuka menguat Rp 5 menjadi Rp 165 per saham. Perseroan menjadi tamu ke-13 BEI tahun ini, sekaligus menjadi tamu penutup BEI tahun ini.

Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, Rabu (23/12/2009) saham GDST langsung menguat Rp 5 menjadi Rp 165 per saham.

Jumlah saham publik GDST yang akan dicatatkan sebanyak 1 miliar saham atau setara dengan 12,2% dari total saham perseroan sebanyak 8,2 miliar saham, terdiri atas saham pendiri sebanyak 7,2 miliar saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 1 miliar saham GDST dibanderol Rp 160 per saham atau total dana yang akan diperoleh mencapai Rp 160 miliar. Sebesar 70 persen dari dana itu akan digunakan calon emiten tersebut untuk pembayaran sebagian utang perseroan kepada Stemcor (S.E.A.) Pte. Ltd.

Nilai seluruh utang tersebutΒ  mencapai Rp 572,8 miliar yang merupakan akumulasi dari 6 kontrak pembelian bahan baku yang terdiri dari 17 bill of lading (dokumen pengapalan dari negara asal barang), dengan berbagai tanggal jatuh tempo. Jumlah utang dagang itu sudah jatuh tempo, yang terakhir pada tanggal 21 Januari 2009.

Pihak Stemcor tidak memberikan tenggang waktu terakhir untuk pelunasan utang ini, sepanjang perseroan membayar bunga sebesar 8-12 persen per tahun. Dari jumlah utang itu, perseroan baru akan membayar sebanyak Rp 95,48 miliar dengan uang dari hasil IPO tersebut.

Sedangkan sisa raupan dana sebanyak 30 persen akan digunakan perseroan sebagai modal kerja dalam rangka pembelian bahan baku. Perseroan juga telah menunjuk PT Dinamika Usahajaya sebagai penjamin emisi atau underwriter dalam aksi korporasi itu.

Dua belas perusahaan sebelumnya yang sudah mencatatkan diri di lantai bursa adalah:
  1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT),
  2. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO),
  3. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI),
  4. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS),
  5. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO),
  6. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI),
  7. PT Katarina Utama Tbk (RINA),
  8. PT BW Plantations Tbk (BWPT),
  9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA),
  10. PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP),
  11. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
  12. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Β  (dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads