IHSG Melejit 13,710 Poin

Pasar Respon Positif Pemilu

IHSG Melejit 13,710 Poin

- detikFinance
Selasa, 06 Apr 2004 12:18 WIB
Jakarta - Pada penutupan sesi pertama, Selasa (6/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) naik 13,710 poin pada level 764,362. Kenaikan indeks karena investor merespon positif hasil pelaksanaan pemilu legislatif yang berlangsung aman.Sementara, indeks LQ 45 yang memuat 45 saham yang paling aktif diperdagangkan naik 2,869 poin pada level 166,293, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,455 poin pada level 129,974, Indeks Papan Utama (MBX) naik 4,137 poin pada level 202,920 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 2,415 poin pada level 181,634.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dan mencatat transaksi sebanyak 12.489 kali pada volume 3,725 juta lot saham senilai Rp 849,176 miliar. Sebanyak 73 saham naik, 30 saham turun dan 287 saham lainnya stagnan.Saham-saham unggulan mendominasi jajaran saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi (top gainer) seperti Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 7.550, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 menjadi Rp 13.150, Astra Internasional (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 5.750 dan Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 3.850.Sejumlah saham perbankan juga mencatat kenaikan harga antara lain Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 menjadi Rp 2.975, Bank BRI (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 1.700, Bank BCA (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 3.725, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.425 serta HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 25 menjadi Rp 4.550.Sedangkan saham-saham yang anjlok harganya di jajaran top loser di antaranya Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) turun Rp 25 menjadi Rp 1.050, London Sumatera (LSIP) turun Rp 25 menjadi Rp 1.475, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.950, Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 10 menjadi Rp 470 dan Semen Cibinong (SMCB) turun Rp 5 menjadi Rp 385.Menurut Haryajid Ramelan, analis dari Rifan Financindo Securities, naiknya indeks karena investor kembali mengoleksi saham-saham unggulan (bluechip), terutama perbankan, karena melihat hasil sementara pemilu legislatif berjalan lancar. Meski penghitungan belum selesai, investor menilai parpol yang masuk lima besar bisa diterima pasar.Selain itu, walau pelaksanaan pemilu belum sepenuhnya berjalan optimal karena ada beberapa daerah yang harus menjalani pemilu lanjutan, namun menurut Haryajid, hal itu tidak menjadi hambatan untuk investor untuk mulai melakukan akumulasi beli karena indeks berpeluang menguat lagi. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads