Demikian disampaikan Direktur MIRA, Inu Dewanto Koentjaraningrat dalam konfrensi pers di gedung Medco Jalan Ampera Raya Jakarta Rabu (23/12/2009).
Ia menambahkan, sampai triwulan III-2009 perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp 641,1 miliar, walaupun laba operasi MIRA meningkat pesat 241%, dari Rp 145 miliar pada periode yang sama tahun 2008, menjadi Rp 498,8 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain disebabkan beban bunga dari akusisi Apexindo, perseroan juga masih diwajibkan membayar bunga atas convertible bond Ancora sebesar Rp 124 miliar. Selain itu ada beban amortisasi dan lain-lain yang harus ditanggung sebesar Rp 250 miliar.
"Memang jumlah tersebut lebih besar dari perkiraan (Rp 800 miliar), namun akan terpotong dari operating profit kami yang meningkat," ujarnya.
Sampai akhir tahun ini,Β perseroan juga mengharapkan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun, walaupun sampai September 2009 MIRA baru mencatat revenue Rp 2,029 triliun.
"Untuk tahun depan, revenue tergantung proses restrukturisasi. Namun harapannya bisa tumbuh 10%," papar Inu.
Lanjutnya, "Bottom line diharapkan sudah positif, walaupun belum kami proyeksikan," imbuhnya.
(wep/dro)











































