Kenaikan harga saham-saham di Wall Street terjadi setelah data menunjukkan klaim pengangguran awal turun tajam, sementara pertumbuhan permintaan barang-barang tahan lama terus meningkat. Hal itu semakin menumbuhkan optimisme pemulihan ekonomi berada dalam jalurnya.
Pada perdagangan Kamis (24/12/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat 53,66 poin (0,51%) ke level 10.520,10. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 5,89 poin (0,53%) ke level 1.126,48, Nasdaq menguat 16,05 poin (0,71%) ke level 2.285,69.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perdagangan pada hari menjelang Natal sangat tipis, hanya 319,1 miliar lembar saham, dibawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 613,8 miliar, jauh di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Penguatan saham-saham terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis data klaim pengangguran pada pekan yang berakhir pada 19 Desember turun hingga menjadi 452.000 dari pekan sebelumnya sebanyak 480.000.
Departemen Perdagangan AS juga melaporkan permintaan barang-barang tahan lama naik 0,2% pada November, berkat lonjakan permintaan komputer dan barang-barang elektronik.
Aksi window dressing juga berlanjut, dimana investor terus memburu saham-saham yang bagus untuk mempercantik portofolionya.
"Klaim awal pengangguran dan permintaan barang-barang tahan lama telah membawa insentif yang menjaga Santa tetap berada di Wall Street. Kedua laporan itu memberikan berita yang menggembirakan," ujar Patrick O'Hare, analis dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/12/2009).
(qom/qom)











































