Bursa Tokyo dan Shanghai tetap bergerak melemah meski Wall Street sebelumnya berhasil mencetak kenaikan hingga titik tertingginya sepanjang 2009. Bursa Tokyo melemah untuk pertama kalinya sejak 4 hari terakhir seiring aksi profit taking yang dilakukan para investor.
"Kenaikan yang terjadi sebelumnya sudah sangat tajam, sehingga kini saatnya untuk istirahat," ujar Yumi Nishimura, analis dari Daiwa Securities seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Bursa China justru mendapatkan tekanan karena kekhawatiran kemungkinan diterapkannya kebijakan ketat. Indeks Komposit Shanghai turun 12,06 poin (0,38%) ke level 3.141,35.
"Ada kekhawatiran Beijing akan mengambil kebijakan itu awal tahun depan, seperti naiknya rasio giro wajib minimum untuk menangani tekanan inflasi," uajr Jacky Zhang, analis dari Capital Securities.
Saham-saham bank dan properti di Shanghai mengalami kemerosotan akhir kekhawatiran tersebut. Saham China Merchants Bank turun 1,7%, Industrial and Commercial Bank of China turun 0,39% dan China Vanke turun 0,6%.
Bursa Asia yang mengalami kenaikan adalah Taipei yang naik tipis 9,05 poin ke level 7.972,59 dan Bangkok naik 3,20 poin ke level 730,41.
Sedangkan Bursa Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan tutup memperingati hari Natal.
(qom/qom)











































