Sebagian besar utang tersebut berasal dari akuisisi Apexindo dari PT Medco Energy Tbk (MEDC) pada tahun 2008 dan utang dari dua anak usaha lainnya. Dengan divestasi dan restrukturisasi, perseroan berharap beban utangnya akan berkurang menjadi sekitar Rp 3,5 triliun. Saat ini, perseroan menguasai kepemilikan sebesar 98,14% di Apexindo.
Sayangnya, perseroan tidak bersedia menjelaskan kepada siapa saham Apexindo akan dilepas. "Divestasi ini kemungkinan selesai pada akhir triwulan I-2010, tapi berapa besarnya belum bisa diungkap sekarang," ujar Direktur MIRA Inu Dewanto Koentjaraningrat usai RUPSLB di Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Ia menjelaskan, saat ini perseroan tengah melakukan proses uji tuntas (due diligence) dengan satu calon investor yang tertarik mengakuisisi sebagian saham Apexindo. "Seharusnya sudah selesai pada akhir tahun ini tapi karena negosiasi yang sedikit sulit belum bisa kita wujudkan, sekarang tinggal masalah legal aja," tuturnya.
Ketika ditanyakan bagaimana langkah yang diambil perseroan untuk melakukan proses restrukturisasi utang, Inu tidak bersedia menjelaskan secara rinci apa yang akan dilakukan perseroan. "Kita berharap dengan adanya divestasi dan restrukturisasi ini, kita bisa memperoleh laba pada tahun depan," katanya.
Menurutnya, hingga akhir tahun 2009, meski pendapatan diproyeksi meningkat menjadi Rp2,4 triliun, perseroan masih akan mencatatkan rugi bersih senilai Rp 800 miliar. Kerugian tersebut terutama disebabkan besarnya beban utang yang mesti dibayar perseroan.
Selain itu, Dalam RUPS Luar Biasa telah diputuskan untuk menyetujui pengangkatan Direktur Utama yang baru yaitu Wirawan Halim untuk menggantikan Tito Sulistyo yang diangkat perseroan menjadi anggota Dewan Komisaris. Selain itu disetujui pula pengunduran diri Nurmahadi Suryanegara sebagai Komisaris.
Adapun susunan dewan Komisaris yang baru adalah Agung Salim sebagai Komisaris Utama, Tito Sulistyo, Beni Prananto, Haji Mohammad Jusuf Hamka, Effie Soeharsono (belum aktif) dan Bambang Soelaksono, sebagai Komisaris. Sedangkan, komisaris independen terdiri dari Setiadi Jahja, Irwans, serta Bobby Suhardiman.
Sementara, susunan dewan direksi yang baru adalah Wurawan Halim sebagai Direktur Utama, Alfons Irawan sebagai Wakil Dirut. Direksi terdiri atas Anton Natakoesumah, Inu Dewanto Koentjaningrat, Suarmin Tioniwar, Roni Prananto, dan Imaculata Tri Marianti.
(dro/dro)











































