Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 28 Des 2009 09:23 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pada sesi sebelum libur, bursa US menguat ke level 2009 tertinggi setelah adanya data yang menunjukkan penurunan klaim pengangguran dan adanya peningkatan pertumbuhan pemesanan barang. Data menunjukkan klaim pengangguran turun ke level terendah sejak September 2008 sementara data lain menunjukkan kenaikan 2% pada pemesanan barang.

Saham-saham bergerak naik mendekati akhir tahun akibat dampak dari 'year-end window dressing'. Apple Inc. telah mengalami kenaikan 144.9% pada tahun ini dan ditutup menguat 3.4%. Pada tanggal 24 lalu, bursa ditutup lebih awal dengan S&P (+0.5%) 1,126.48 dan Dow Jones (+0.5%) 10,520.1.

Regional Pagi: Bursa Jepang menguat setelah pemerintah mangatakan ekonomi kedua terbesar di dunia akan tumbuh untuk pertama kalinya dalam 3 tahun, dan setelah produksi industri November naik pada bulan ke-9. Nikkei 225 (+0.8%) 10,579.02, ya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham Isuzu Motors Ltd. (+2.9%) dan Nissan Motor Co. Ltd. (+1.9%). JVC Kenwood Holdings Inc. rally 4.8%, Sharp Corp. (+2.6%). Hari ini perdagangan di Australia ditutup karena hari libur lokal. KOSPI INDEX (+0.33%) 1,687.81. STI (+0.35%) 2,847.65.

Commodity: Crude oil diperdagangkan di atas $78/barel setelah adanya data yang menunjukkan penurunan pengangguran dan kenaikan pemesanan barang. Crude oil untuk pengiriman Februari diperdagangkan $78.21/barel. Crude oil (+0.1%) $78.1/bbl, Gold (+0.3%) $1.109/oz, CPO (-0.9%) 2.446 RM/MT, Coal (+1.2%) $82.1/MT, Nickel (+1.2%) $18.650/MT, Tin (+1.1%) $16.200/MT.

Economic & Industrial News

Energy: Tarif Listrik 2010 Batal Naik

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menjanjikan PT PLN tidak akan menaikan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan. Hal itu antara lain didukung margin usaha PT PLN yang diupayakan naik dari 5% menjadi 8% pada 2010.

Economic: Utang RI Capai Rp 1.602 Triliun

Utang pemerintah pusat Indonesia hingga Oktober 2009 tercatat sebesar US$ 167,86 miliar atau setara dengan Rp 1.602,86 triliun. Angka ini terus mengalami penurunan dibandingkan jumlah utang per akhir 2008 yang mencapai Rp 1.636,74 triliun.

Corporate news


BNBR: Siap Serap 18,84% Saham Rights Issue ENRG

BNBR berkomitmen menyerap minimal 18,84% atau 4,93 miliar saham ENRG melalui rights issue yang akan diterbitkan Energi. BNBR siap menggelontorkan dana Rp912,6 miliar.

MIRA: Berniat Jual APEX di 1Q10, Berpotensi Merugi di FY09

MIRA berencana menjual sebagian saham APEX di 1Q-2010 guna memperoleh dana untuk membayar utang perseroan dan anak usahanya yang mencapai Rp8,23 triliun. Namun, perseroan belum bisa memastikan besaran saham dan nilai yang dilepas. Selanjutnnya, perseroan berpotensi mencatat kerugian bersih di FY09 karena beban bunga yang harus ditanggung perseroan pasca akuisisi APEX.

BUMI: Disinyalir Ajak Huaneng Beli Berau Coal, Jajaki CIC Konversi Utang

BUMI disinyalir tengah bernegosiasi dengan Huaneng Power International asal China untuk kerjasama dalam pembeliaan 90% saham Berau Coal .Sebelumnya, Huaneng menjadi salah satu calon pembeli saham Berau Coal tapi mengundurkan diri. Selain itu, perseroan juga disinyalir berkemungkinan untuk mengkonversi utangnya kepada CIC menjadi saham baru yang akan diterbitkan perseroan hingga 10% atau 1,94 miliar saham dari total 19,40 miliar saham.

KARK: Kantongi Order Batubara US$800 Jt, Cari Dana Ekspansi US$200 Jt

2010, KARK mengantongi pesanan batubara sebanyak 16 juta ton atau 20x lipat dibanding penjualannya sepanjang tahun ini 804.950 ton. Pesanan ini untuk pasar ekspor seperti dari China, India dan sejumlah perusahaan asing yakni Morgan Stanley dan Glencore International. Perseroan juga memprediksi harga rata-rata ekspor di FY10 sebesar US$50/ton. Selanjutnya, perseroan tengah mencari dan US$150-200 juta atau Rp1,42-1,9 triliun dari pasar modal guna membiayai peningkatan produksi perseroan di FY10.

UNTR: Penjualan Alat Berat 11M09 Turun 32,61% YoY

Penjualan alat berat UNTR di 11M09 turun 32,61% yoy dari 4.200 jadi 2.833 unit. Penjualan disumbang besar dari sector pertambangan (55,13%) yang turun 30,35% yoy dari 2.243 jadi 1.562 unit, kehutanan (7,94%) turun 40,31% yoy jadi 225 unit, konstruksi (14,86%) turun 26,14% yoy dan agribisnis (22,06%) turun 38,36% yoy. Sementara itu,produksi batubara PT Pamapersada di 11M09 naik 14,39% yoy dari 54,2 juta jadi 62 juta ton dan pemindahan tanah (overburden removal) naik 33,94% yoy dari 417,4 juta jadi 545,7 juta bcm. Sedangkan produksi batubara PT Dasa Eka Jasatama turun 35,09% yoy dari 3,38 juta jadi 2,19 juta ton.

Earnings Watch

ATPK: Catat Rugi Bersih Rp15,26 M di 9M09

ATPK mencatat kerugian bersih di 9M09 sebesar Rp15,26 miliar atau turun tipis dibanding 9M08 merugi Rp15,58 miliar karenan beban usahan yang mencapai Rp15,58 miliar. Selanjutnya, pendapatannya turun jadi Rp323,24 juta vs 9M08 Rp1,14 miliar.

Rumor


Harga saham TLKM berpotensi ke Rp10.500-11.000/saham seiring kabar pemerintah akan membebaskan PPh atas kompensasi terminasi dini hak ekslusif perseroan. Selain itu, perseroan tengah menjajaki emisi obligasi hingga Rp5 triliun di 2010.

Kabarnya, CTRS akan menggarap proyek properti Rp3 triliun di salah satu negara Asia Tenggara dengan menggandeng perusahaan propersi asal Singapura. Selain itu, rencana CTRA yang terus menambah porsi kepemilikan saham dan penjajakan obligasi oleh CTRS akan jadi sentimen positif.

Technical Picks

BBRI (7500) – BUY
PGAS (3825) – Trading BUY
DOID (1520) – BUY
TRUB (121) – SELL.


(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads