Pergerakan saham tampak tidak terlalu agresif karena dibatasi oleh arus modal yang tergolong minim. Namun dorongan beli yang sangat kuat pada saham-saham unggulan berkapitalisasi besar, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan, berhasil mengangkat IHSG cukup tinggi di banding bursa-bursa di kawasan regional Asia.
IHSG tak sempat menyentuh teritori negatif sama sekali pada sesi I hari ini. Rentang pergerakan IHSG berkisar antara 2.475,087 hingga sempat menyentuh level 2.500,726.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat.
- Indeks Komposit Shanghai naik 52,34 poin (1,67%) ke level 3.193,70.
- Indeks Hang Seng naik 166,28 poin (0,77%) ke level 21.683,28.
- Indeks Nikkei 225 naik 143,89 poin (1,37%) ke level 10.638,60.
- Indeks KOSPI naik 1,23 poin (0,07%) ke level 1.635,17.
- Indeks Straits Times naik 16,94 poin (0,60%) ke level 2.854,64.
Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 35.104 kali dengan volume 1,327 miliar saham senilai Rp 840,607 miliar. Sebanyak 104 saham naik, 47 saham turun dan 45 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 31.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 22.850, Astra International (ASII) naik Rp 400 ke Rp 34.400, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 17.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 ke Rp 20.150, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 ke Rp 2.200.
Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Ancora Resources (OKAS) turun Rp 235 ke Rp 485, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 11.050, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 9.500, Jaya Konstruksi (JKON) turun Rp 50 ke Rp 600, Gunawan Dian Jaya (GDST) turun Rp 12 ke Rp 119. (dro/qom)











































