Menurut Direktur Utama ARTI, Bur Maras, dana direncanakan untuk pengembangan bisnis, dengan agenda eksplorasi tambang emas dan tembaga di wilayah Kalimantan.
"Komitmen kami dapat dari satu bank luar negeri asal eropa. Bulan depan harapannya bisa dimulai (MoU)," kata Maras usai paparan publik di gedung Ratu Prabu I, Jl TB Simatupang, Jakarta, Senin (28/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari laporan salah satu konsultan menyebut deposit tambang kita lebih dari US$ 6 miliar. Dengan harga emas US$ 1.000 (per troy once)," ujarnya.
Namun nilai bersih atas potensi produksi emas dan tambaga, lanjut Maras, belum dipastikan dan masih terus dihitung sampai saat ini. "Kami akan keluar biaya sekitar US$ 37 juta untuk rencana ini," tambahnya.
Dana US$ 37 juta, disiapkan untuk pembelian alat-alat berat untuk mengangkut hasil tambang ke pabrik perseroan. Selain itu, perseroan juga mempersiapkan infrastruktur jalan serta pembelian bahan bakar solar.
Tahap awal, ARTI belum mentargetkan pendapatan atas lini bisnis tambang ini. Rencananya pada tahun 2013, baru menghasilkan pendapatan meskipun jumlahnya masih kecil.
"Kontribusi ke pendapatan masih belum. Karena masih kami kembangkan dalam 3 tahun mendatang. Mudah-mudahan tahun ke-3 sudah bisa memproduksi," imbuhnya.
(wep/dro)











































