PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan 3,431 miliar saham di harga Rp 395 per saham dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 1,355 triliun. Hingga 23 Desember 2009, AMRT bertengger di harga Rp 520 per saham. Nilai kapitalisasi pasar AMRT naik 31,6% menjadi Rp 1,784 triliun.
PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) mencatatkan 4,45 miliar saham di harga Rp 225 dengan kapitalisasi pasar Rp 1,061 triliun. Hingga 23 Desember 2009, TRIO bertengger di harga Rp 210 per saham. Nilai kapitalisasi pasar TRIO turun 6,6% menjadi Rp 934,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) mencatatkan 920 juta saham di harga Rp 125 dengan kapitalisasi pasar Rp 115 miliar. Hingga 23 Desember 2009, INVS bertengger di harga Rp 560 per saham. Nilai kapitalisasi pasar INVS naik 348% menjadi Rp 515,2 miliar.
PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) mencatatkan 2,5 miliar saham di harga Rp 115 dengan kapitalisasi pasar Rp 287,5 miliar. Hingga 23 Desember 2009, GTBO bertengger di harga Rp 70 per saham. Nilai kapitalisasi pasar GTBO turun 39,1% menjadi Rp 175 miliar.
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) mencatatkan 948,194 juta saham di harga Rp 2.100 dengan kapitalisasi pasar Rp 1,991 triliun. Hingga 23 Desember 2009, MKPI bertengger di harga Rp 2.700 per saham. Nilai kapitalisasi pasar MKPI naik 28,5% menjadi Rp 2,560 triliun.
PT Katarina Utama Tbk (RINA) mencatatkan 810 juta saham di harga Rp 160 dengan kapitalisasi pasar Rp 129,6 miliar. Hingga 23 Desember 2009, RINA bertengger di harga Rp 101 per saham. Nilai kapitalisasi pasar RINA turun 36,8% menjadi Rp 81,810 miliar.
PT BW Plantation Tbk (BWPT) mencatatkan 4,037 miliar saham di harga Rp 550 dengan kapitalisasi pasar Rp 2,220 triliun. Hingga 23 Desember 2009, BWPT bertengger di harga Rp 510 per saham. Nilai kapitalisasi pasar BWPT turun 7,2% menjadi Rp 2,058 triliun.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan 770,552 juta saham di harga Rp 1.500 dengan kapitalisasi pasar Rp 1,155 triliun. Hingga 23 Desember 2009, DSSA bertengger di harga Rp 5.550 per saham. Nilai kapitalisasi pasar DSSA naik 270% menjadi Rp 4,276 triliun.
PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) mencatatkan 1,2 miliar saham di harga Rp 110 dengan kapitalisasi pasar Rp 132 triliun. Hingga 23 Desember 2009, BCIP bertengger di harga Rp 225 per saham. Nilai kapitalisasi pasar BCIP naik 104,5% menjadi Rp 270 miliar.
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) mencatatkan 2,523 miliar saham di harga Rp 325 dengan kapitalisasi pasar Rp 820,088 miliar. Hingga 23 Desember 2009, NIKL bertengger di harga Rp 270 per saham. Nilai kapitalisasi pasar NIKL turun 16,9% menjadi Rp 681,304 miliar.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan 8,623 miliar saham di harga Rp 800 dengan kapitalisasi pasar Rp 6,898 triliun. Hingga 23 Desember 2009, BBTN bertengger di harga Rp 840 per saham. Nilai kapitalisasi pasar BBTN naik 5% menjadi Rp 7,243 triliun.
PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) mencatatkan 8,2 miliar saham di harga Rp 160 dengan kapitalisasi pasar Rp 1,312 triliun. Hingga 23 Desember 2009, GDST bertengger di harga Rp 131 per saham. Nilai kapitalisasi pasar GDST turun 18,1% menjadi Rp 1,074 triliun.
Total nilai kapitalisasi pasar 13 emiten baru tersebut saat pencatatan perdana (IPO) sebesar Rp 17,526 triliun. Hingga 23 Desember 2009, kapitalisasi pasar 13 emiten tersebut telah menyentuh angka Rp 21,791 triliun, naik Rp 4,265 triliun (24,33%).
Kontribusi terbesar kenaikan tersebut adalah kenaikan harga saham DSSA, kemudian diikuti MKPI, AMRT dan BBTN. Meskipun saham 6 emiten baru tersebut mengalami penurunan, namun kapitalisasi pasar mereka yang tergolong kecil tidak memberi pengaruh pada keseluruhan kapitalisasi pasar 13 emiten.
(dro/qom)











































