Ratu Prabu Jajaki Rights Issue Rp 400 Miliar

Ratu Prabu Jajaki Rights Issue Rp 400 Miliar

- detikFinance
Senin, 28 Des 2009 13:52 WIB
Ratu Prabu Jajaki Rights Issue Rp 400 Miliar
Jakarta - PT Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI) tengah menjajaki penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebesar Rp 300-400 miliar. Perseroan juga tengah mengkaji opsi private placement.

"Rights issue bisa dilakukan tahun depan. Nilainya sekitar Rp 300-400 miliar," ujar Direktur Utama ARTI, B. Bur Maras seusai paparan publik di gedung Ratu Prabu II Jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (28/12/2009).

Menurut Maras, perseroan saat ini tengah melakukan diskusi dengan 3 sekuritas yang ditunjuk untuk menjadi penjamin emisi aksi korporasi tersebut. Dua diantaranya merupakan sekuritas BUMN, sedangkan satu lagi, lanjut Maras, sekuritas swasta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami baru bicara dengan tiga pihak," ujarnya.

Selain rights issue, perseroan juga tengah mengkaji opsi melakukan penawaran umum kedua (secondary public offering) melalui mekanisme private placement. Perseroan tengah melakukan pembahasan dengan investor yang berminat masuk menjadi pemegang saham ARTI.

"Saat ini sedang tahap pembicaraan dengan salah satu investor asal luar negeri. Mereka bisa menjadi mayoritas nantinya," ujarnya.

Sementara menurut Direktur Keuangan ARTI Gumilang Zahairin, penggunaan dana hasil aksi korporasi itu akan digunakan pengembangan sektor tambang, sebagai lini bisnis baru perseroan.

Dengan tambangan sektor tambang, khsususnya emas dan tembaga ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp 600 miliar di tahun depan. Sampai akhir 2009, lanjunya, ARTI diprediksi berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 400 miliar.

"Tahun depan pendapatan diharapkan mencapai Rp 500-600 miliar. Sedangkan laba bersih bisa tumbuh 10%," imbuhnya.

Hingga triwulan III-2009 ARTI memperoleh pendapatan sebesar Rp 362,8 miliar. Dengan perolehan laba kotor Rp 187,3 miliar, dan laba operasi mencapai Rp 79,1 miliar. Dan untuk laba bersih sampai akhir September, tercatat Rp 23,1 miliar.

Ditambahkannya, belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun depan dianggarkan sebesar Rp 300 miliar. Sumber pendanaan berasal dari internal sebesar 60 persen dan sisanya pinjaman bank.

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads