Membaiknya belanja konsumen mengangkat saham-saham peritel dan bisa menutup kemerosotan saham-saham maskapai penerbangan akibat kekhawatiran masalah keamanan.
Penjualan ritel AS tercatat naik 3,6% selama periode 1 November hingga Natal. Namun hanya terjadi kenaikan 1% ketika jika 1 hari tambahan belanja dikeluarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedikit orang yang melihat bencana, sehingga ini bisa memberikan sedikit dorongan. Ini sepertinya kita melihat dorongan hingga akhir tahun dengan kenaikan yang lumayan pada volume yang tipis," ujar Fred Dickson, analis dari DA Davidson & Co seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/12/2009).
Pada perdagangan Senin (28/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 26,98 poin (0,26%) ke level 10.547,08. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 1,30 poin (0,12%) ke level 1.127,78 dan Nasdaq menguat 5,39 poin (0,24%) ke level 2.291,08.
Saham-saham maskapai penerbangan merosot setelah pemerintah AS memperketat keamanan menyusul warga Nigeria yang ditangkap karena menyelundupkan bahan peledak. Saham AMR Corp yang merupakan induk American Airlines turun 4,8%, Delta Air Lines turun 4,1%.
"Masalah kekhawatiran keamanan penerbangan sejak akhir pekan secara jelas menambah ketidakpastian," ujar Micheal James, pialang senior Wedbush Morgan.
Namun perdagangan sangat tipis menjelang tutup tahun, transaksi di New York Stock Exchange hanya 705,31 juta lembar saham dibandingkan rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 1,25 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 2,28 miliar.
(qom/qom)










































