Emisi IPO 2009 Anjlok 84,2%

Emisi IPO 2009 Anjlok 84,2%

- detikFinance
Selasa, 29 Des 2009 15:22 WIB
Emisi IPO 2009 Anjlok 84,2%
Jakarta - Nilai emisi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009 hanya mencapai Rp 3,853 triliun, anjlok 84,2% dari tahun lalu sebesar Rp 24,39 triliun.

Total tamu baru BEI tahun ini sebanyak 13 emiten. Hampir seluruh emiten baru tersebut melepaskan sahamnya ke publik dengan nilai di bawah Rp 250 miliar.

Hanya IPO PT BW Plantations Tbk (BWPT) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang meraup nilai cukup besar, masing-masing sebesar Rp 666,05 miliar dan Rp 1,888 triliun. IPO BBTN menjadi yang terbesar tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandingkan dengan tahun lalu yang didominasi oleh IPO bernilai triliunan rupiah dengan IPO PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, mencapai Rp 12 triliun. Kemudian ada juga IPO PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 4,833 triliun dan PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 2,764 triliun.

Berikut daftar 13 emiten tersebut, yang dirangkum detikFinance, Selasa (29/12/2009):

  1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 135,554 miliar.
  2. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) Rp 101,25 miliar.
  3. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) Rp 49,5 miliar.
  4. PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) Rp 40 miliar.
  5. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) Rp 210,996 miliar.
  6. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Rp 199,5 miliar.
  7. PT Katarina Utama Tbk (RINA) Rp 33,6 miliar.
  8. PT BW Plantation Tbk (BWPT) Rp 666,05 miliar.
  9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 150 miliar.
  10. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) Rp 164,017 miliar.
  11. PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) Rp 55 miliar.
  12. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 1,888 triliun.
  13. PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) Rp 160 miliar.

Sebelumnya sejumlah perusahaan yang berencana melepas saham perdana dengan target dana perolehan triliunan rupiah. Sebut saja, PT Bank Jabar Banten Rp 1 triliun, PT Armadian Tritunggal Rp 1 triliun, PT Sapta Indra Sejati Rp 1 triliun dan PT Pembangunan Perumahan Rp 1,5 triliun. Sayangnya, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kelanjutan IPO mereka.

Kendati demikian, awal triwulan I-2010, BEI sudah menerima proposal 3 calon emiten baru, yakni PT Sarana Media Nusantara perusahaan terafiliasi grup Djarum, PT Megapolitan Development, perusahaan pengembang kawasan Cinere, Jakarta Selatan dan PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) induk usaha PT Surya Citra Media
Tbk (SCMA) senilai Rp 400 miliar.


(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads