"Dana yang disiapkan sebesar Rp 125 miliar untuk pengembangan Bukit Jonggol," ujar Corporate Secretary BKSL, Nesia Tanudjaya usai RUPSLB di hotel Golden, Jl Gunung Sahari, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun perumahan kelas menengah tahap I di atas lahan seluas 900 hektar. Luas lahan yang akan dimiliki BKSL di Bukit Jonggol seluas 10.500 hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan menargetkan perampungan akuisisi Bukit Jonggol pada akhir triwulan I-2010. Nilai akuisisi 88,56% saham Bukit Jonggol ditaksir sebesar Rp 1,452 triliun. Perseroan akan mengakuisisi 968.000.000 saham Bukit Jonggol di harga Rp 1.500 per saham.
"Setelah akuisisi ini, Sentul City akan memiliki 91,67% saham Bukit Jonggol," ujarnya.
Pendanaan akuisisi ini diperoleh dari rencana penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue senilai Rp 1,502 triliun.
"Sebanyak 99% pemegang saham telah menyetujui rencana rights issue ini," jelas Nesia.
Perseroan akan menerbitkan 15.025.512.897 saham seri C dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga rights issue dipatok sebesar Rp 100 per saham.
"Setiap 2 pemegang saham lama seri A, seri B dan seri C yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 12 Januari 2010 berhak atas 3 saham baru," jelas Nesia.
Pada setiap 30 saham hasil HMETD melekat 7 waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma pada pemegang saham yang melaksanakan haknya.
"Waran seri I sebanyak-banyaknya 3.505.953.009 lembar," ujarnya.
(dro/qom)











































