Dalam prospektus informasi tambahan rights issue ENRG dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/12/2009), BNBR menyatakan akan mengeksekusi setidaknya 4.931.691.366 saham baru ENRG.
ENRG akan menerbitkan 26.183.297.040 saham baru pada Januari 2010. Harga rights issue ditetapkan sebesar Rp 185 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam prospektus tersebut, kepemilikan BNBR per 30 September 2009 tercatat hanya sebesar 3 juta saham (0,02%). Namun dalam laporan keuangan BNBR per 30 September 2009, BNBR menyatakan kepemilikan secara langsung maupun tidak langsung di ENRG sebanyak 6.221.151.377 saham (43,2%).
Saat ini, jumlah saham ENRG ada sebanyak 14.400.613.372 saham. Setelah rights issue, jumlah saham ENRG akan meningkat menjadi 40.583.910.412 saham.
Dengan asumsi BNBR mengeksekusi 4.931.691.366 saham baru ENRG, maka kepemilikan BNBR di ENRG akan meningkat menjadi 11.152.842.743 saham. Jumlah tersebut setara dengan 27,48% dari total jumlah saham ENRG setelah rights issue yang sebanyak 40.583.910.412 saham.
Itu berarti, kepemilikan BNBR bakal menyusut 15,72% dari 43,2% sebelum rights issue menjadi 27,48% setelah rights issue. Total dana yang akan diperoleh ENRG dari rights issue ini mencapai Rp 4,843 triliun.
Sebesar Rp 945,1 miliar (20,51%) dana rights issue akan digunakan untuk akuisisi 10% working interest pada Blok Masela PSC dari INPEX. Kemudian sebesar Rp 2,362,7 triliun (51,29%) untuk membayar utang sebesar US$ 250 juta.
Sebesar Rp 390,3 miliar (8,47%) untuk pembayaran biaya keuangan dan sebesar Rp 908,8 miliar (19,73%) untuk belanja modal anak usaha.
(dro/qom)











































