NAB Reksa Dana Naik 51,03% di 2009

NAB Reksa Dana Naik 51,03% di 2009

- detikFinance
Kamis, 31 Des 2009 11:43 WIB
NAB Reksa Dana Naik 51,03% di 2009
Jakarta - Nilai aktiva bersih (NAB) produk-produk reksa dana di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 51,03% seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 86,98% sepanjang 2009. Produk reksa dana tercatat sebanyak 673 produk di 2009.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) seperti dikutip detikFinance, Kamis (31/12/2009), NAB reksa dana per 28 Desember 2009 tercatat sebesar Rp 113,17 triliun, meningkat 51,03% dari posisi akhir tahun 2008 sebesar Rp 74,93 triliun.

Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya IHSG secara fantastis sepanjang tahun ini. Pada 30 Desember 2008, IHSG ditutup di level 1.355,40. Pada 30 Desember 2009, IHSG ditutup di level 2.534,36, naik 86,98% dari posisi akhir 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun reksa dana saham bukan satu-satunya penopang kenaikan NAB, namun kenaikan drastis IHSG sepanjang tahun 2009 memberikan kontribusi cukup besar pada peningkatan NAB seluruh produk reksa dana yang terjadi tahun ini.

Bapepam-LK mengkategorikan 9 jenis reksa dana, yakni reksa dana pendapatan tetap tercatat sebanyak 123 produk, reksa dana saham sebanyak 62 produk, reksa dana pasar uang sebanyak 26 produk, reksa dana campuran sebanyak 101 produk, reksa dana syariah sebanyak 46 produk, reksa dana terproteksi sebanyak 246, reksa dana indeks 1 produk, ETF 2 produk dan reksa dana penyertaan terbatas 66 produk.

Totalnya sebanyak 673 produk. Jumlah tersebut meningkat 69 produk (11,42%) dibanding tahun 2008 sebanyak 604 produk. Sepanjang tahun 2009, Bapepam-LK menyetujui pembubaran 87 produk reksa dana, kemudian mencatatkan 21 reksa dana konvensional, 98 reksa dana terproteksi dan 37 reksa dana penyertaan terbatas.

Untuk unit penyertaan reksa dana telah terjadi peningkatan sebanyak 14,86% menjadi 70,04 miliar unit di 2009. Pada tahun 2008, jumlah unit penyertaan reksa dana masih di posisi 60,98 miliar.
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads