PLN Terbitkan Surat Utang Rp 3 Triliun

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 3 Triliun

- detikFinance
Senin, 04 Jan 2010 10:58 WIB
PLN Terbitkan Surat Utang Rp 3 Triliun
Jakarta - Nilai surat utang yang akan diterbitkan PT PLN (Persero) di tahun 2010 naik menjadi Rp 3 triliun. Surat utang yang diterbitkan yaitu Obligasi PLN XI senilai Rp 2,703 triliun dan Sukuk Ijarah PLN IV sebesar Rp 297 miliar.

Obligasi PLN XI tahun 2010 tersebut diterbitkan dalam dua seri yaitu Seri A dan Seri B dengan tingkat bunga tetap masing-masing 11,95 persen dan 12,55 persen.

Seperti dikutip detikFinance dari prospektus ringkas yang diterbitkan perseroan, Senin (4/1/2010), jumlah pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp 920 miliar, sedangkan Seri B sebanyak Rp 1,783 triliun.

Obligasi Seri A tersebut berjangka waktu 7 tahun terhitung sejak tanggal emisi atau di 12 Januari 2017, sementara Obligasi Seri B berjangka waktu 10 tahun atau jatuh tempo di 12 Januari 2020.

Selain obligasi, perusahaan pelat merah itu juga berencana menerbitkan sukuk ijarah di tahun 2010 tanpa warkat dengan seluruh sisa imbalan ijarah sebesar Rp 297 miliar.

Serupa dengan obligasinya, sukuk ijarah tersebut diterbitkan dalam dua seri, yaitu Seri A dan Seri B. Sukuk ijarah Seri A dengan sebesar Rp 130 miliar dengan imbalan ijarah Rp 119,5 juta untuk setiap Rp 1 miliar. Sukuk tersebut berjangka waktu 7 tahun dan jatuh tempo di 12 Januari 2017.

Sementara Sukuk Ijarah Seri B berjumlah Rp 167 miliar dengan imbalan ijarah sebanyak Rp 125,2 miliar per Rp 1 miliar. Sukuk tersebut berjangka waktu 10 tahun dan jatuh tempo di 12 Januari 2020.

Dana yang diperoleh dari asil penerbitan surat utang tersebut sebanyak 50 persen akan dipakai perseroan untuk mengganti dana internal yang telah digunakan untuk pembiayaan investasi transmisi dan distribusi pada tahun 2009 lalu.

Sementara 50 persen sisanya akan digunakan untuk kegiatan investasi transmisi dan distribusi yang akan dilakukan tahun 2010.

Dalam rangka penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) listrik itu sudah mendapat peringkat AA- dan AA- Syariah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dalam menggelar aksi korporasi itu, PLN dibantu oleh PT Bahana Securities, Danareka Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas selaku penjamin emisi. (ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads