"Opsi-opsi yang sedang kami kaji untuk pendanaan di 2010 adalah rights issue dan penerbitan obligasi global," ujar Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Senin (4/1/2010).
Hiramsyah mengatakan, perseroan tahun ini membutuhkan pendanaan antara Rp 1-2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pendanaan proyek-proyek perseroan tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, ELTY berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun untuk pendanaan proyek tahun ini. Namun, saat ini perseroan mengkaji kembali opsi tersebut.
"Untuk pendanaan tahun ini, kita mengkaji kemungkinan penerbitan obligasi dolar, mungkin juga kombinasi dengan rupiah. Selain itu, bisa juga rights issue dan pendanaan mitra strategis. Masih dikaji," ujarnya.
Perseroan juga masih memiliki opsi pelepasan sebagian saham PT Bakrie Toll Road (BTR), anak usaha ELTY, di akhir tahun 2010. "Mungkin sekitar 10% yang akan dilepas ke mitra strategis tahun ini. Baru tahun depan, kemungkinan BTR akan IPO," ujarnya.
Hiramsyah mengatakan, tahun ini BTR membutuhkan dana proyek sebesar Rp 500 miliar. Dana tersebut akan dipenuhi sendiri oleh BTR.
"BTR akan menerbitkan obligasi Rp 500 miliar tahun ini untuk pendanaan proyek-proyek mereka," ujarnya.
(dro/qom)










































