Buntut Likuidasi 2 Bank
Saham Sektor Perbankan Rontok
Senin, 12 Apr 2004 10:48 WIB
Jakarta - Penutupan dua bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia, yakni Bank Dagang Bali dan Bank Asiatic telah memberikan sentimen negatif yang cukup dalam di lantai bursa, pada perdagangan Senin, (12/4/2004), sehingga membuat saham-saham perbankan rontok. Akibatnya IHSG turun hingga 12,219 poin (1,56 persen) di level 767,398 pada pukul 10.45 WIB.Saham-saham perbankan yang turun harganya adalah saham Bank Mandiri yang turun Rp 50 menjadi Rp 1.400, Bank BRI turun Rp 25 menjadi Rp 1.675, Bank BCA turun Rp 25 menjadi Rp 3.725, Bank Danamon turun Rp 75 menjadi Rp 3.050, BII turun Rp 5 menjadi Rp 135, Bank Permata turun Rp 10 menjadi Rp 45, dan Bank Niaga Rp 5 menjadi Rp 30.Menurut analis dari Samuel Sekuritas Trevor Gasman, penutupan dua bank pada pekan lalu secara psikologis telah memberikan dampak negatif kepada investor untuk berinvestasi di saham perbankan.Meski dua bank itu bank kecil dan bukan perusahaan publik, namun likuidasi tersebut telah mencerminkan kembali bahwa perbankan Indonesia masih sangat rapuh, sehingga kepercayaan investor yang semula sudah pulih kembali anjlok.Begitu pula dengan investor asing yang semula telah menyamakan saham perbankan Indonesia dengan perbankan luar negeri, seperti HSBC juga sudah mulai khawatir dan mengurangi minatnya terhadap saham-saham perbankan.Efek dari likuidasi ini, menurut Trevor, bisa terlihat dalam dua hari ke depan, di mana jika indeks bisa jatuh di bawah 770 (yang merupakan batas bawah), maka kemungkinan indeks akan mulai memasuki kondisi bearish teritori negatif.Padahal sebelumnya, lanjut dia, indeks berpeluang menembus level 800 jika pekan ini bisa tembus ke 780. Namun, adanya sentimen negatif seperti penutupan bank akan membuat indeks sulit menembus level 780.Sementara itu, mengenai penolakan hasil pemilu, menurut Trevor, investor sudah mengantisipasinya karena sejak Kamis, pekan lalu, sudah terdengar isu akan adanya penolakan Pemilu."Jadi, investor sudah mengantisipasi jauh-jauh hari soal penolakan hasil Pemilu, dan penurunan indeks kali ini merupakan akumulasi sentimen negatif akibat penutupan bank dan politik,"
(mi/)











































