Emiten BUMN Harus Jadi Pionir Penggerak Bursa dan Sektor Riil

Emiten BUMN Harus Jadi Pionir Penggerak Bursa dan Sektor Riil

- detikFinance
Senin, 04 Jan 2010 17:46 WIB
Emiten BUMN Harus Jadi Pionir Penggerak Bursa dan Sektor Riil
Jakarta - Emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menjadi pionir dalam peningkatan peran pasar modal dalam menggerakkan sektor riil di tahun 2010. Meskipun terkesan lambat, beberapa emiten BUMN harus terus merealisasikan proyek-proyek baru, agar kapitalisasi pasar modal dapat berjalan optimal.

"Yang terpenting untuk mendorong sektor rill, para emiten harus mau investasi langsung membangun pabrik, permesinan, hingga menambah aset yang baru, " jelas Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa dalam perbincangan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD, Jakarta, Senin (4/01/2010).

Ia mencontohkan, bagaimana para BUMN bisa menjadi percontohan emiten lain untuk berinvestasi langsung. Seperti yang dilakukan Semen Gresik yang mulai membangun pabrik baru, juga Pertambangan Bukit Asam dengan jalur kereta api sebagai sarana angkutan nikel, bauksit dan alumina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hal ini sedikit terlambat, jika dilakukan dalam dua sampai tiga tahun kebelakang, tentu akan memberi efek baik saat ini.

"Harus digalakan. Harusnya dilakukan 2-3 tahun lalu. Padahal dana mereka ada," jelasnya.

Ditambahkannya, emiten BUMN juga harus lebih berani. Jangan ambil kebijakan yang konservatif. Pasar modal harus dikapitalisasi dengan baik, bukan semata kinerja. Rata-rata emiten BUMN, dinilainya memiliki kelebihan kas.

"80% dana emiten hanya equity. Seperti Jasa Marga (JSMR), likuiditasnya banyak tapi enggak dipakai. Harusnya untuk sektor riil," katanya.

Pemerintah pun harus memberi insentif, misalkan dengan subsidi suku bunga, hingga pemegang saham akan melihat prospek penanaman investasi langsung, menjanjikan dan dapat memperoleh keuntungan.

Erwin juga mengungkapkan, pencapaian prestasi pasar modal pada perdagangan 2009, tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap sektor riil. "Sektor pasar modal lebih banyak putaran dana di pasar uang saja, sedangkan perusahaan yang sudah listing  tidak melakukan ekspansi atas kinerja baik mereka tahun lalu,"  imbuhnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads