Pada perdagangan Selasa (5/1/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat 25,3 poin (0,98%) ke level 2.600,713. Indeks LQ 45 juga menguat 5,361 poin (1,05%) ke level 513,275.
Indeks saham tambang naik tertinggi sebesar 56,487 poin (2,5%) ke level 2.312,653, diikuti indeks saham perkebunan naik 16,871 poin (0,93%) ke level 1.821,900.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional Asia juga mengawali perdagangan awal 2010 dalam sentimen yang luar biasa positif.
- Indeks Komposit Shanghai naik 14,54 poin (0,45%) ke level 3.277.
- Indeks Hang Seng melejit 415,57 poin (1,90%) ke level 22.238,85.
- Indeks Nikkei-225 naik 81,40 poin (0,76%) ke level 10.734,27.
- Indeks Straits Times naik 21,69 poin (0,75%) ke level 2.916,24.
Perdagangan saham hari kedua 2010 mendadak ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 71.107 kali pada volume 3,655 miliar lembar saham senilai Rp 2,946 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 64 saham turun dan 55 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 32.900, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 16.100, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 11.350, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 250 ke Rp 2.675, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 18.000, Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 14.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 23.950, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.600.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 50 ke Rp 5.550, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 ke Rp 4.875, BCA (BBCA) turun Rp 50 ke Rp 5.000, Inovisi (INVS) turun Rp 40 ke Rp 570.
(dro/dnl)











































