Indeks Melorot 11,805 Poin

Indeks Melorot 11,805 Poin

- detikFinance
Senin, 12 Apr 2004 16:24 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan Senin (14/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) turun signifikan 11,805 poin pada level 767,812. Penurunan indeks masih dimotori penurunan saham-saham unggulan dan perbankan, sehubungan likuidasi dua bank oleh Bank Indonesia pekan lalu.Indeks LQ-45 yang memuat 45 saham yang paling aktif diperdagangkan tercatat turun 2,671 poin pada level 167,715, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,311 poin pada level 132,326, Indeks Papan Utama (MBX) turun 3,103 poin pada level 205,391 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 2,857 poin pada level 179,822.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 10.827 kali pada volume 1,658 juta lot saham senilai Rp 356,509 miliar. Sebanyak 24 saham naik, 94 saham turun dan 272 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami koreksi harga terbesar sepanjang hari ini (top loser) di antaranya Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 7.800, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 4.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 5.500, Bank BCA (BBCA) turun Rp 75 menjadi Rp 3.675, Bank Buana Indonesia (BBIA) turun Rp 50 menjadi Rp 650.Kemudian, Adhi Karya (ADHI) turun Rp 25 menjadi Rp 345, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 25 menjadi Rp 4.500, Bank Mega (MEGA) turun Rp 25 menjadi Rp 1.200, Bank BRI (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.650, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.400, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 25 menjadi Rp 3.075 dan Bank Panin (PNBN) turun Rp 10 menjadi Rp 355.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi (top gainer) antara lain Davomas Abadi (DAVO) naik Rp 30 mejadi Rp 525, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 1.325, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 25 menjadi Rp 825, Indofood (INDF) naik Rp 25 menjadi Rp 775, Bank BNI (BBNI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.125 serta Hortus Danavest (HADE) -- yang baru listing hari ini -- naik Rp 15 menjadi Rp 225.Menurut analis dari Samuel Sekuritas, Trevor Gasman, penurunan indeks terutama karena sentimen negatif atas reaksi likuidasi Bank Dagang Bali dan Bank Asiatic, Kamis (8/4/2004) lalu. Meskipun kedua bank itu relatif kecil dan belum go public, namun telah memberi dampak psikologis negatif yang cukup besar kepada ivestor. Pasalnya, pelaku pasar menilai kondisi perbankan Indonesia masih rapuh.Kondisi ini, lanjut Trevor, membuat investor membuang saham-saham perbankan, di samping saham unggulan (bluechip). Namun demikian, karena nilai perdagangan hari ini cukup kecil, kemungkinan dalam dua hari mendatang indeks bisa kembali naik. "Meski indeks turun cukup tajam, hal itu tidak diikuti oleh nilai perdagangan yang signifikan," katanya.Sementara itu, kondisi politik yang ditandai adanya penolakan hasil pemilu oleh 21 parpol dinilai tidak terlalu mengganggu, karena investor telah mengantisipasi hal tersebut sejak jauh hari. Isu penolakan pemilu itu sendiri telah berhembus di pasar sejak pekan lalu. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads