Menurut Direktur Utama MNCN Hary Tanoesoedibjo, aksi ini bagian dari program buy back 1.375.000.000 (10%) saham yang telah dilakukan mulai Oktober 2008. Perseroan menyiapkan dana Rp 500 miliar untuk keperluan program ini.
Pada periode 16 Oktober 2008 -1 Januari 2010, MNCN telah melakukan buy back sebanyak 130.557.500 saham senilai Rp 30,15 miliar. Mengacu pada jumlah saham yang dicanangkan dalam program buy back, artinya sebanyak 1.244.442.500 saham MNCN belum dibeli kembali. Dana yang masih tersisa sebesar Rp 469,85 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai perantara pedagang efek perseroan telah menunjuk PT Bhakti Securities, yang terafiliasi dengan perseroan, " katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta Selasa (5/1/2010).
Saham yang telah dibeli, akan disimpan sebagai treasury stock. Perseroan menggunakan treasury stock untuk hal yang diperlukan, termasuk dapat dijual kembali setelah kondisi pasar membaik, dengn harga yang juga baik. Selain itu, dapat digunakan untuk pembiayaan dalam bentuk hutang yang bersifat ekuitas, contohnya obligasi tukar, dan terakhir sabagai alat tukar untuk investasi perseroan di masa mendatang.
"Saham buy back akan berpotensi menurunkan aset dan ekuitas, dengan nilai yang sama sebesar Rp 475,64 miliar," ujarnya.
(wep/dro)










































