Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/1/2010).
"Kalau BNI (obligasi) bisa sampai Rp 2 triliun hingga Rp 4 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penerbitan obligasi, BNI juga sedang mengkaji rencana secondary offering. Menurut Mustafa, aksi korporasi itu bisa dilakukan dengan cara menerbitkan saham baru.
Mustafa mengatakan, tahun 2010 bank BUMN diperkirakan akan lebih banyak menyalurkan kredit jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, kondisi ekonomi nasional sudah mulai membaik.
Menurutnya, tiga bank BUMN lainnya juga sudah melakukan kajian mengenai penambahan modal dengan cara yang berbeda-beda.
"Mereka ada niat akan meningkatkan kemampuan keuangannya juga," imbuhnya.
(ang/dro)










































