Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Selasa (5/1/2010), nilai transaksi BUMI pada perdagangan hari ini mencapai Rp 1,720 triliun. Nilai tersebut setara dengan 33,32% dari seluruh nilai transaksi saham di BEI.
Nilai transaksi itu tergolong cukup besar. Selama 2 bulan terakhir, transaksi BUMI belum pernah mencapai level serupa. Terakhir, BUMI mencatat transaksi Rp 1,867 triliun pada 12 November 2009. Sejak itu hingga kemarin, transaksi BUMI selalu dibawah Rp 1,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pajak tersebut berupa Pajak Penghasilan (PPh) Tangguhan sebesar US$ 51,805 juta dan PPh Kini sebesar US$ 121,652 juta. Menurut SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava, dari segi fundamental kinerja BUMI masih dalam jalur yang telah diperkirakan.
Selain itu, BUMI juga menyatakan telah melakukan pembayaran tambahan pajak PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, masing-masing senilai US$ 119,807 juta dan US$ 92,840 juta. Totalnya sekitar US$ 212,647 juta (Rp 2,1 triliun).
Tampaknya, publikasi pembayaran pajak tambahan tersebut membuat investor-investor asing kembali mengkoleksi saham BUMI secara masif. Pada perdagangan hari ini, investor asing mencetak transaksi beli bersih (foreign net buy) atas saham BUMI sebesar Rp 260,803 miliar.
Sejumlah broker, terutama broker berbendera asing tampak melakukan pembelian masif sehingga mendorong harga saham BUMI melejit hari ini. PT Kim Eng Securities (ZP) tercatat beli BUMI sebanyak 153.026 lot senilai Rp 200,701 miliar. PT CLSA Indonesia (KZ) beli BUMI sebanyak 100.098 lot senilai Rp 133,054 miliar.
PT JP Morgan Securities Indonesia (BK) beli BUMI sebanyak 90.234 lot senilai Rp 116,385 miliar. PT Macquarie Capital Securities Indonesia (RX) beli BUMI sebanyak 82.589 lot senilai Rp 105,920 miliar. PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) beli BUMI sebanyak 47.016 lot senilai Rp 61,222 miliar.
Pembelian masif broker-broker asing tersebut sukses mengangkat harga saham BUMI ke level Rp 2.675, naik Rp 250 (10,30%) dibanding penutupan kemarin Rp 2.425.
Sentimen yang sama juga dialami oleh saham-saham grup Bakrie lainnya. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik Rp 20 (10,25% ke Rp 215 senilai Rp 170,898 miliar. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) maik Rp 4 (4,65%) ke Rp 90 senilai Rp 105,448 miliar. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) naik Rp 5 (3,52%) ke Rp 147 senilai Rp 68,931 miliar.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik Rp 5 (2,59%) ke Rp 44,129 miliar. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) naik Rp 40 (6,77%) ke Rp 630 senilai Rp 42,588 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik Rp 6 (4,47%) ke Rp 140 senilai Rp 19,934 miliar.
Total nilai transaksi saham-saham Bakrie 7 hari ini mencapai Rp 2,171 triliun atau menguasai 42,05% dari seluruh nilai transaksi saham di BEI senilai Rp 5,162 triliun.
(dro/qom)











































