Demikian disampaikan Direktur Investment Banking Danareksa Marciano Herman di hotel Four Season, Jakarta, Rabu (6/1/2010).
Ia menerangkan, pencatatan saham perdana PP semula dijadwalkan pada Januari 2010. Namun, manajemen PP memutuskan menundanya hingga Februari 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan Tumiyana mengungkapkan, listing akan dilakukan pada 7 Februari 2010. Menurutnya, jadwal pencatatan saham sudah sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Meskipun penyataan efektif belum didapatkan, dirinya mengharap Bapepam-LK akan segera mengeluarkannya di 28 Januari 2010.
"Akan di 7 Februari. Sudah sesuai jadwal kok,"Β katanya.
Rencananya PP akan melepas 21,4% kepemilikan saham kepada publik pada saat listing satu bulan mendatang. Namun pemerintah tetap menjadi pemilik mayoritas, sama seperti saat PP sebelum go publik.
"Porsi pemerintah 51%, karyawan 27%, dan sisanya 21,4% milik publik," imbuhnya.
Namun kisaran harga saham, Tumiyana belum bisa menjabarkan lebih lanjut. "Pokoknya tentang value-value besok Senin (11/1/2010)," pungkasnya
Sebelumnya, PP mengalami kendala saat penerbitan saham perdana karenaΒ belum keluarnya peraturan pemerintah terkait masuknya perseroan ke lantai bursa. PP diawal berecana melepas 30-35% saham ke lantai bursa, dengan total raihan dana sebanyak Rp 1,5 triliun.
Perseroan telah menunjuk konsorsium DBS Securities, Danareksa sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.
Sementara di tahun 2010 ini, PP menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 61,9% menjadi Rp 6,8 triliun. Pendapatan sampai akhir 2009 tercatat Rp 4,2 triliun.
Menurutnya, target yang ditetapkan perseroan didasarkan atas pencapian kinerja PP yang melebihi apa yang dicanangkan di tahun lalu. Sampai 31 Desember 2009, perseroan mencatat pendapatan Rp 4,2 triliun, atau melebihi target awal tahun yang hanya Rp 3,8 triliun.
"Laba bersih kami juga lebih besar dari apa yang ditargetkan. Laba bersih kami Rp 160 miliar. Targetnya Rp 140 miliar," jelasnya.
Tahun ini, perseroan juga akan menambah proyek-proyek baru untuk memenuhi target pendapatan. Namun dirinya enggan menyebutkan proyek baru tersebut.
"Kita akan investasi proyek baru. Dananya sebagian pake hasil IPO. Porsinya sekitar 60%. Sisanya 40% digunakan untuk menambah modal kerja," papar Tumiyana.
(wep/dro)











































