Menurut Direktur Investasi PT Jamsostek, Elvyn Massasya, perseroan akan menyerap maksimal 30% dari saham yang dilepas ke publik. PP akan melepas 21,4% sahamnya ke publik. Itu berarti, Jamsostek akan mengambil 6,42% saham tersebut.
Kendati demikian, Jamsostek masih melihat harga serta jumlah saham yang ditawarkan. Sayang, dirinya tidak menyebut nomimal saham yang tengah dibidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah ini sesuai dengan apa yang diatur dalam ketetapan pemerintah, bahwa Jamsostek berhak membeli saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara 20-30%. "Yang kami lihat atas saham, bukan bunga tapi imbal hasil yang ditawarkan," jelasnya.
Dari seluruh saham yang dicatatkan, 51% masih dimiliki pemerintah. Komposisi ini sama seperti saat PP sebelum go publik. Karyawan nantinya akan memiliki 27% saham perseroan saat listing bulan depan.
Ditambahkannya, untuk pembelian saham non-BUMN, Jamsostek dapat membelinya dibawah 20%. Sedangkan obligasi BUMN, perseroan menjanjikan akan menyerap dengan porsi yang lebih besar.
"Kalau obligasi BUMN bahkan lebih besar, ya lebih dari 40%," imbuhnya.
(wep/dro)










































