Jakarta - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) akan menggelontorkan Rp 37,92 triliun dana kelolaanya dalam bentuk surat utang obligasi pada tahun 2010. Total dana investasi Jamsostek tahun ini mencapai Rp 79 triliun, meningkat 29,5% dari tahun lalu sebesar Rp 61 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Masassya, di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (6/1/2010).
"Obligasi menjadi instrumen investasi terbesar perseroan adalah karena faktor growth investemant. Dan kami juga hanya akan memilih investasi engan mid & long term saja," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi obligasi mengambil porsi terbesar yaitu 48%, atau mencapai Rp 37,92 triliun . Selanjutnya, investasi deposito, yang mengambil porsi 30% atau setara dengan Rp 23,7 triliun. Saham mendapat jatah 17% atau Ro 13,43 triliun.
"Sisanya 5%, untuk direct investment dan danareksa. Ada peningkatan dibanding tahun 2009 yang Rp 61 triliun," imbuhnya.
(wep/dro)