IHSG Kembali Tidak Mantap

IHSG Kembali Tidak Mantap

- detikFinance
Kamis, 07 Jan 2010 08:32 WIB
IHSG Kembali Tidak Mantap
Jakarta - Laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya terhenti. Investor mulai melakukan ambil untung sehingga IHSG akhirnya ditutup melemah dalam volume transaksi yang besar.

Pada perdagangan Rabu (6/1/2010), IHSG ditutup melemah 1,980 poin (0,08%) ke level 2.603,297 dalam nilai transaksi sebesar Rp 5,139 triliun.

Untuk perdagangan Kamis (7/1/2010), IHSG diprediksi akan kembali bergerak mixed seiring laju penguatan bursa-bursa utama dunia yang juga mengalami koreksi. Meski minat investor asing masih tinggi, namun investor mulai waspada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi bursa Wall Street kemarin ditutup flat karena investor menunggu data pengangguran yang akan keluar pada Jumat besok.

Pada perdagangan Rabu (6/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 1,66 poin (0,22%) ke level 10.573,68. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 0,62 poin (0,05) ke level 1.137,14. Namun Nasdaq melemah tipis 7,62 poin (0,33%) ke level 2.301,09.

Sementara Bursa Jepang juga mulai kepayahan. Pada perdagangan Kamis ini, indeks Nikkei-225 dibuka hanya menguat 11,30 poin (0,11%) ke level 10.742,75.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
 
Panin Sekuritas:
 
Setelah 7 hari perdagangan berturut-turut menguat, IHSG kemarin mengalami profit taking dan ditutup melemah tipis -0,08% pada level 2.603,297. Meski penurunan tersebut merupakan koreksi sehat terhadap pasar, akan tetapi kami melihat kemungkinan terjadinya bearish reversal dalam jangka pendek. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed pada kisaran support-resistance 2.580-2.618. Perhatikan kemungkinan berlanjutnya profit taking pada saham unggulan yang telah mengalami kenaikan tajam beberapa hari terakhir.
 
eTrading Securities:
 
Meski ditutup melemah 1.98 poin (0.07%) ke level 2,603, namun indeks pada perdagangan kemarin telah break high di level 2,622. Secara Teknikal, indeks berpotensi melemah, karena indicator stochastic telah menunjukan posisi oversold. Namun dengan adanya tekanan beli yang masih besar, indeks berpotensi menguat pada kisaran 2,595 -2,625. Saham Top Pick kami adalah PTBA, INCO dan CTRA.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads