Asing Beli Saham Rp 13,92 triliun di 2009

Asing Beli Saham Rp 13,92 triliun di 2009

- detikFinance
Kamis, 07 Jan 2010 08:33 WIB
Asing Beli Saham Rp 13,92 triliun di 2009
Jakarta - Investor asing di pasar modal melakukan pembelian netto saham sebesar Rp 13,92 triliun sepanjang tahun 2009. Jumlah ini menurun dibandingkan total beli netto asing di 2008 yang sebesar Rp 18,65 triliun.
 
Demikian dikatakan Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia yang dikutip detikFinance, Kamis (7/1/2009).
 
Namun demikian kembali masuknya arus modal asing khususnya pada triwulan II dan III, pada akhirnya turut membantu menjaga kepercayaan investor domestik.
 
Dari sisi sektoral, sektor-sektor yang berbasis komoditas seperti pertambangan dan perkebunan mengalami penguatan paling signifikan sejalan dengan kembali rebound-nya harga komoditas di pasar internasional. Penguatan indeks pertambangan dan aneka industri tersebut bahkan berada di atas rata-rata sektor lainnya.
 
Dalam catatannya BI mengatakan, kebijakan moneter yang cenderung longgar pada tahun 2009 mendorong peningkatan harga aset termasuk IHSG. Penurunan BI rate sebesar 275 bps selama tahun 2009 ditransmisikan dalam bentuk peningkatan IHSG sebesar 87% (yoy).
 
Pertumbuhan tersebut merupakan pertumbuhan indeks tertinggi diantara beberapa indeks regional. IHSG pada akhir tahun 2009 ditutup pada level 2534,36. Selain dipengaruhi oleh BI Rate, peningkatan IHSG juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perkembangan bursa regional.
 
Pemulihan ekonomi global yang berjalan semakin baik mampu mengembalikan kepercayaan investor untuk kembali menanamkan asetnya. Hal itu ditambah dengan membaiknya likuiditas global yang pada gilirannya mampu mendorong kinerja pasar keuangan global serta menciptakan sentimen positif bagi perkembangan pasar keuangan di emerging market termasuk Indonesia.
 
Di sisi lain, indikator makro dan mikro ekonomi dalam negeri cukup kondusif untuk mendorong penguatan IHSG. Di sisi makro, beberapa indikator yang memberikan sinyal positif antara lain penguatan nilai tukar, pertumbuhan ekonomi yang masih positif, inflasi yang terkendali serta stabilitas politik yang terjaga.
 
Sementara itu di sisi mikro perusahaan, kemampuan emiten untuk membukukan pendapatan operasional dan laba bersih selama tahun 2009 secara agregat tercatat meningkat. Kondisi tersebut mendorong beberapa emiten mengalokasikan peningkatan anggaran belanja modal untuk tahun 2010. Sejalan dengan dinamika tersebut faktor risiko di pasar saham baik eksternal maupun domestik bergerak membaik.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads