Bank Permata akan Kurangi Obligasi Rekap Rp 2-3 Triliun
Selasa, 13 Apr 2004 15:34 WIB
Jakarta - PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan mengurangi obligasi rekap pada tahun ini sebesar Rp 2-3 triliun. Sementara, posisi obligasi rekap yang dimiliki Bank Permata saat ini mencapai Rp 10 triliun.Demikian diungkapkan Direktur Kepatuhan Bank Permata, Elvyn G. Masassya, di sela-sela acara paparan publik di gedung Bursa Efek Jakarta, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (13/4/2004).Menurut Elvyn, dana yang dihasilkan dari penjualan obligasi rekap tersebut akan dijadikan sebagai sumber dana untuk ekspansi kredit, dimana untuk tahun 2004, ekspansi kredit bersih mencapai Rp 3,6 triliun.Sementara, Direktur Utama Bank Permata Agus Martowardojo menjelaskan, hingga kini komposisi kredit terbesar masih pada sektor retail dan consumer, dimana untuk pinjaman di bawah Rp 15 miliar yang masuk kategori usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 64 persen. Namun jika perhitungannya di bawah Rp 50 miliar, porsinya bisa mencapai 75 persen.Dijelaskan, dari alokasi kredit baru yang disalurkan sebesar Rp 3,6 triliun, sebanyak 30 persen akan disalurkan ke usaha sektor kecil, 40 persen sektor menengah dan 30 persen perusahaan besar.Menurut dia, sebenarnya kredit baru yang disalurkan Bank Permata sebesar Rp 5 triliun, namun karena ada pelunasan-pelunasan sehingga kredit bersih yang disalurkan hanya sebesar Rp 3,6 triliun. Outstanding kredit tahun 2003 mencapai Rp 9,6 triliun, sementara hingga tahun akhir tahun 2004 diperkirakan mencapai Rp 13 triliun.Menurut Agus, saat ini posisi pinjaman bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap akan dipertahankan di posisi 2,9 persen. Sedangkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 13 persen. Namun diperkirakan hingga akhir tahun ini CAR akan bertahan di level 11 persen karena adanya kredit baru.Mengenai pelaksanaan pemisahan nominal saham (reverse stock), menurut Agus, Bank Permata telah menunjuk PT Bali Securities sebagai pembeli siaga atas saham-saham odd lot yang timbul akibat reverse stock. Jumlah saham odd lot itu sendiri mencapai 32 juta lembar dimana telah ditetapkan untuk harga saham odd lot sebesar Rp 39,4 yang merupakan harga 25 hari rata-rata terakhir sebelum pengumuman reverse stock.Bank Permata sendiri akan melakukan reverse stock sebesar 25 kali. Nantinya, saham seri A yang semua bernilai nominal Rp 500 akan menjadi Rp 12.500. Sedangkan saham seri B yang bernilai nominal Rp 5 menjadi Rp 125.Divestasi Bank PermataSementara itu, mengenai divestasi Bank Permata, menurut Agus, prosesnya saat ini sepenuhnya berada di tangan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Dengan demikian, berapa besar saham yang akan didivestasi dan kapan akan dilakukan sepenuhnya merupakan wewenang PPA.Namun jika melihat persetujuan DPR yang lalu, Bank Permata diperbolehkan melepas 71 persen sahamnya, dimana 20 persen bisa langsung memalui market placement, sedangkan 51 persen dijual dengan syarat harganya dalam kondisi baik dan mendapat persetujuan DPR.Saat ini, 97 saham Bank Permata dikuasai pemerintah sedangkan 3 persen milik publik. Menurut Agus, beberapa investment banker dari Amerika Serikat dan Eropa telah menjajaki untuk menjadi financial advisor proses divestasi Bank Permata. Namun keputusannya tetap berada di tangan PPA.
(ani/)











































