Perdagangan sesi I hari ini berjalan tanpa perlawanan dari pihak pembeli, meskipun IHSG sempat berada di zona hijau pada awal perdagangan. Namun tekanan jual tampak mendominasi perdagangan, sehingga tak lama IHSG pun jatuh ke zona merah.
Dorongan beli memang sudah tampak melemah sejak perdagangan kemarin. Pola candlestick IHSG kemarin membentuk pola Doji Star yang kemudian diikuti dengan pola Shooting Star pada sesi I hari ini. Konfirmasi ini mengindikasikan adanya pembalikan arah, kalau bukan sideways.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rentang pergerakan IHSG pada sesi I hari ini berada dalam kisaran 2.585,730 dan 2.611,603. Seluruh indeks saham sektoral mengalami koreksi, kecuali indeks saham perkebunan yang naik tinggi sebesar 77,400 (4,18%) ke level 1.926,343. Kenaikan indeks perkebunan menahan laju koreksi IHSG hari ini.
Seluruh bursa-bursa regional Asia juga mengalami koreksi setelah rally panjang sejak sebelum tutup tahun.
- Indeks Hang Seng turun 46,56 poin (0,21%) ke level 22.370,11.
- Indeks Nikkei-225 turun 14,75 poin (0,14%) ke level 10.717,09.
- Indeks Straits Times turun 11,83 poin (0,40%) ke level 2.918,66.
- Indeks KOSPI turun 9,47 poin (0,56%) ke level 1.695,85.
Perdagangan saham sesi I hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 51.090 kali pada volume 2,798 miliar lembar saham senilai Rp 2,299 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 96 saham turun dan 66 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain Astra Agro (AALI) naik Rp 900 ke Rp 25.000, Lonsum (LSIP) naik Rp 500 ke Rp 9.200, Sinar Mas Agri Resources (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 2.950, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 125 ke Rp 2.950, Hexindo (HEXA) naik Rp 100 ke Rp 3.425, Indocement (INTP) naik Rp 100 ke Rp 14.300.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 20.800, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 34.800, Bir Bintang (MLBI) turun Rp 300 ke Rp 176.700, Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 5.550, United Tractors (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 15.800, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 32.800. (dro/qom)











































