Multipolar Cari Pembeli Siaga Rights Issue

Multipolar Cari Pembeli Siaga Rights Issue

- detikFinance
Kamis, 07 Jan 2010 13:30 WIB
Multipolar Cari Pembeli Siaga Rights Issue
Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) sedang mencari pembeli siaga (standby buyer) penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Perseroan akan mengeluarkan saham seri C yang masih dalam portepel usai aksi penggabungan nilai nominal saham (reverse stock).

"Kami sedang jajaki standby buyer rights issue," ujar Chief Financial Officer MLPL, Reynold Ong di di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (7/1/2010).

Rencana rights issue MLPL merupakan kelanjutan atas rencana aksi reverse stock dengan rasio 4:1. Perseroan baru saja menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan pemegang saham atas rencana reverse stock.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pemegang saham yang hadir hanya 43,8% alias tidak kuorum. Oleh sebab itu, rencana reverse stock ini terpaksa ditunda hingga perseroan dapat melangsungkan RUPSLB kedua.

"Targetnya semester I-2010 sudah selesai," ujarnya.

Skema dua aksi korporasi (reverse stock dan rights issue MLPL) cukup rumit. MLPL saat ini memiliki 2 jenis saham, yakni saham seri A dan saham seri B dengan nilai nominal masing-masing Rp 500 dan Rp 125. Setelah reverse stock, maka nilai nominal saham seri A akan menjadi Rp 2.000, sedangkan saham seri B akan menjadi Rp 500.

Saat ini, jumlah saham dalam Modal Dasar perseroan sebanyak 24.324.696.000 saham, terdiri atas saham seri A sebanyak 1.871.768.000 saham dan saham seri B sebanyak 22.452.928.000 saham.

Jumlah saham dalam Modal Disetor dan Ditempatkan Penuh sebanyak 6.785.159.560 saham, terdiri atas saham seri A sebanyak 1.871.768.000 saham dan seri B sebanyak 4.913.391.560 saham, sedangkan jumlah saham dalam portepel yaitu saham portepel seri B sebanyak 17.539.536.440 saham.

Usai pelaksanaan reverse stock 4:1, maka jumlah saham dalam Modal Dasar akan menjadi 6.081.174.000 saham, terdiri atas saham seri A sebanyak 467.942.000 saham dan saham seri B sebanyak 5.613.232.000 saham.

Jumlah saham dalam Modal Disetor dan Ditempatkan Penuh akan menjadi 1.696.289.890 saham, terdiri atas saham seri A sebanyak 467.942.000 saham dan seri B sebanyak 1.228.347.890 saham, sedangkan jumlah saham dalam portepel yaitu saham portepel seri B sebanyak 4.384.884.110 saham.

Nah, aksi ini tak berhenti disitu. MLPL akan menambah saham baru dalam portepel yang kemudian akan disebut sebagai saham seri C. Penambahan jumlah saham ini diperoleh dengan cara melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) khusus untuk saham seri B yang ada dalam portepel dengan rasio 1:5.

Usai melakukan stock split atas 4.384.884.110 saham seri B yang ada dalam portepel, perseroan akan mengubahnya menjadi saham seri C. Jumlah saham seri C akan identik dengan jumlah saham hasil stock split saham seri B dalam portepel dengan rasio 1:5, yaitu sebanyak 21.924.420.550 saham dengan nilai nominal Rp 100.

Setelah stock split tersebut, jumlah saham dalam Modal Dasar MLPL akan sebanyak 23.620.710.440, terdiri atas saham seri A sebanyak 1.871.768.000 saham dan saham seri B sebanyak 1.228.347.890 saham dan saham seri C sebanyak 21.924.420.550 saham.

Jumlah saham dalam Modal Disetor dan Ditempatkan Penuh tidak berubah, yaitu sebanyak 1.696.289.890 saham, terdiri atas saham seri A sebanyak 467.942.000 saham dan seri B sebanyak 1.228.347.890 saham. Sedangkan jumlah saham dalam portepel berubah menjadi saham portepel seri C sebanyak 21.924.420.550 saham.

Dengan nilai nominal Rp 100 per saham, maka nilai saham seri C yang masih dalam portepel sebesar Rp 2,192 triliun. Saham seri C inilah yang rencananya akan dikeluarkan dalam aksi rights issue MLPL.

Sayangnya, Reynold belum dapat membeberkan berapa besar volume saham seri C yang akan dikeluarkan dalam aksi rights issue tersebut. "Kami masih finalisasi, sedang review. Tapi targetnya semester I ini semua sudah selesai," ujarnya.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads