Pada perdagangan sesi I, Jumat (8/1/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.586,793 dan sempat melorot ke level 2.583,847, melanjutkan tekanan jual yang telah terjadi sejak dua hari lalu. Namun secara mendadak perlawanan beli dari kubu kerbau (bull) menghajar seluruh tekanan jual yang diberikan oleh kubu beruang (bear).
Dan benar saja, para bull kini menguasai lantai perdagangan saham. Saham-saham sektor pertambangan menjadi buruan utama para pembeli, sedangkan saham sektor perkebunan yang kemarin menopang koreksi IHSG, kini menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh bursa-bursa regional Asia juga mengalami kenaikan, kecuali indeks KOSPI.
- Indeks Hang Seng naik 76,92 poin (0,35%) ke level 22.340,63.
- Indeks Nikeei 225 naik 71,58 poin (0,67%) ke level 10.753,24.
- Indeks Strait Times naik 11,36 poin (0,39%) ke level 2.924,10.
- Indeks KOSPI turun 5,84 poin (0,35%) ke level 1.677,61.
Saham-saham yang berada di jajaran top gainer antara lain Bukit Asam (PTBA), Indo Tambang (ITMG), Bumi Resources (BUMI), Gudang Garam (GGRM), United Tractors (UNTR), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Astra International (ASII) dan sebagainya.
Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain Astra Agro (AALI), Lonsum (LSIP), Sampoerna Agro (SGRO), Indika (INDY), Bank Danamon (BDMN) dan sebagainya.
(dro/qom)











































