Demikian disampaikan Kepala Biro Penilian Keuangan Sektor Jasa Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)Β Noor Rachman, dari data yang disampaikan kepada wartawan di kantornya komplek Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta (8/1/2010).
Menurutnya, sampai saat ini penyataan efektif belum didapatkan. Namun, besar harapan Nur Rachman, jika efektif sudah didapat maksimal tanggal 15 Januari 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BFIN menerbitkan obligasi II ini dalam tiga seri. Seri A senilai Rp 100 miliar, dengan tingkat bunga tetap 12%. Jangka waktu seri ini ditetapkan 370 hari atau satu tahun.
Seri B dengan nilai Rp 30 miliar, dengan tenor 18 bulan. Imbal hasil yang ditetapkan sebesar 12,75%. Seri C dengan tingkat bunga tetap 13,25%, dengan nilai Rp 70 miliar. Jangka waktu seri ini, 13,25%.
Hasil penggalangan dana obligasiΒ sebesar Rp 200 miliar akan digunakan untuk kegiatan pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan. Fokus pembiayaan akan di salurkan ke bidang usaha kecil dan menengah.
Usaha pembiayaan, 90% disumbang oleh kendaraan niaga dari total portofolio perseroan. Pembiayaan jenis mini bus menyumbang 44%, Truk 20%, Jeep Sedan 11%, Pick-up 11%, dan motor sebanyak 1%.
Sebagai penjamin emisi, perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas dengan wali amanat PT Bank Mega Tbk (MEGA).
(wep/dro)











































