Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT PP (Persero) Tumiyana seusai paparan publik di hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Senin (11/1/2010).
Power plant berkapasitas 2 x 150 MW tersebut merupakan power plant milik KDL dengan kepemilikan mayoritas. Rencananya, PP juga akan memiliki 20% saham di proyek tersebut. Dengan porsi tersebut, PP akan menggelontorkan dana sebesar Rp 660 miliar (20%) dalam penggarapan proyek power plant tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan bangun power plant, tapi tidak usah menjadi mayoritas. Maksimal kepemilikan kami 20% dari total," jelasnya.
Akan tetapi, ia mengatakan kalau porsi 20% saham tersebut belum merupakan angka final. Perseroan masih menunggu closing financial yang baru berakhir pada April 2010.
"Kita closing financial 3 bulan mendatang. Sekitar Maret-April, tapi kira-kira 20% atau lebih. Tapi tidak mayoritas," imbuhnya.
Penetapan strategi kepemilikan minoritas, merupakan cara perseroan agar dapat mengerjakan konstruksi. "Ini berdasarkan ketentuan. Kalau kita punya mayoritas, kita kan ga berhak menjalankan proyek," ujar Direktur Utama PT PP Musyanif.
Selain KDL, perseroan berencana menggandeng satu mitra strategis lain, namun sayangnya dirinya enggan merinci lebih lanjut siapa perusahaan yang dimaksud.
Selain power plant Cilegon, perseroan juga sedang mengincar pembangunan proyek power plant lain dengan kapasitas 2 x 200 MW. Namun proses tender masih berjalan. Jika tender dimenangkan, maka proyek konstruksi akan berjalan pada tahun 2011.
"Nilai investasi untuk power plant ini sekitar Rp 4 triliun. Kita tetap akan jadi minoritas. Pendanaan akan didapat dari kombinasi kas internal dan pinjaman sindikasi perbankan. Ada sekitar 3-4 bank untuk membantu proyek infratruktur kita," imbuhnya.
Perseroan juga akan membangun proyek pembangunan ruas tol di daerah Jakarta dan luar Jakarta. Pembangunan ini dikerjakan bersama dengan BUMN lain, yaitu PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Pada kesempatan yang sama, Musyanif juga menerangkan bahwa belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2010 sebesar Rp 215 miliar. Dana ini akan difokuskan untuk pendanaan power plant. Sumber capex 70% didapatkan dari pinjaman perbankan, sisanya berasal dari equity perseroan.
"Total capex kita Rp 430 miliar untuk dua tahun ke depan. Sebesar 50% dikeluarkan untuk power plant di tahun ini, sisanya di tahun depan untuk infrastruktur lainnya," paparnya.
(wep/dro)











































