Menurut Direktur Utama EMTK, Susanto Suwarto, saat ini proses uji coba tahap II produk Pay TV berbasis Digital Video Braodcasting Terestrial (DVB-T) ini sedang berjalan. Ujicoba diharapkan rampung sekitar triwulan II-2010.
Dana yang disiapkan untuk penyelesaian uji coba tahap II mencapai US$ 5 Juta, dengan total investasi keseluruhan, sebesar Rp 50-60 miliar atau 33% dari hasil penerbitan saham baru (Initial Public Offering/IPO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, peluncuran layanan baru dari anak usaha perseroan ini dapat dilaksanakan pada triwulan III-2010. "Kita tunggu saja, pasti ada kejutan yang menarik," papar Direktur EMTK Fofo Sariaatmadja.
Selain Pay TV, perseroan juga sedang mengembangkan Layanan broadband wireless. Terkonolgi yang diterapkan, nantinya akan jauh lebih murah dari pada layanan Pay TV yang saat ini dinikmati masyarakat Indonesia. Investasi yang dikeluarkan pun jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan teknologi satelit.
"Broadband wireless nanti juga menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi. Ini masih kita kembangkan," jelasnya.
Lanjut Susanto, DVB-T Digital bukan teknologi baru pada industri broadcasting. Layanan ini telah banyak digunakan di berbagai negara di Eropa. Namun Indonesia sendiri, belum memanfaatkannya secara maksimal.
Sementara, tahun ini perseroan membidik pertumbuhan laba sebesar 15%. Pertumbuhan diangka yang sama, juga dipatol pada EBITDA perseroan sampai akhir tahun 2010.
"Pertumbuhan 12-15% untuk revenue dan EBITDA. Untuk net profit, belum bisa disampaikan," imbuhnya.
(wep/dro)











































