Demikian seperti dikutip dari Xinhua News Agency, Selasa (12/1/2010).
Xinhua melaporkan, China saat ini sedang dilanda musim dingin yang cukup berat. Hal itu mendorong penggunaan batubara untuk PLTU yang semakin besar, sehingga berdampak pada menyusutnya stok batubara secara cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi dikabarkan semakin memburuk. Stok batubara pada 598 PLTU di China hanya mencukupi untuk 9 hari ke depan. Kemudian sebanyak 205 PLTU lainnya hanya memiliki stok batubara tidak sampai 7 hari ke depan.
Pekan lalu, wilayah Shanxi, Shandong, Henan, Hubei dan Chongqing terjadi kekurangan listrik lantaran minimnya daya listrik yang tersedia. Pada saat yang bersamaan, temperatur di wilayah otonomi Xinjiang Uygur dan Inner Mongolia, serta China Utara dan Selatan mengalami penurunan hingga menjadi 6-8 derajat Celcius.
Meski belum dapat dipastikan mengenai nasib 11% PLTU tersebut, namun Xinhua melaporkan ada kemungkinan pemerintah terpaksa menutup PLTU-PLTU tersebut lantaran kekurangan stok batubara.
(dro/qom)










































