Bursa Regional Melemah, IHSG Turun 5,001 Poin ke 772,987
Kamis, 15 Apr 2004 16:19 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan Kamis (15/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) turun 5,001 poin pada level 772,987. Penurunan indeks terutama akibat pengaruh melemahnya indeks bursa-bursa regional.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif diperdagangkan turun 1,567 poin pada level 168,647, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,447 poin pada level 132,399, Indeks Papan Utama (MBX) turun 1,643 poin pada level 207,046 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,656 poin pada level 180,576.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 15.349 kali pada volume 3,891 juta lot saham senilai Rp 756,166 miliar. Sebanyak 46 saham naik, 62 saham turun dan 282 saham lainnya tidak mengalami perubahan alias stagnan.Saham-saham mengalami penurunan harga tertinggi (top loser) di antaranya Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 7.900, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 125 menjadi Rp 2.425, BFI Finance (BFIN) turun Rp 125 menjadi Rp 975, Adhi Karya (ADHI) turun Rp 40 menjadi Rp 395, Hortus Danavest (HADE) turun Rp 30 menjadi Rp 215, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.425, Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.075 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 600.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga terbesar (top gainer) antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 100 menjadi Rp 13.550, Astra Internasional (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 5.600, Bank BCA (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 3.750, Bank BRI (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.725, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 25 menjadi Rp 4.500.Penurunan indeks yang dimotori oleh saham Telkom dan Astra Agro Lestari karena terimbas sentimen negatif melemahnya sejumlah bursa regional, terutama indeks Nikkei Jepang, yang anjlok akibat berita penculikan warga negara Jepang di Irak.Selain itu, melemahnya rupiah hingga mencapai 27 poin di level Rp 8.628 pada penutupan perdagangan hari ini juga memberi sentimen negatif kepada pasar yang membuat investor banyak melakukan aksi ambil untung (profit taking).
(ani/)











































