Energi Mega Persada Perpanjang Masa Book Building

Energi Mega Persada Perpanjang Masa Book Building

- detikFinance
Kamis, 15 Apr 2004 16:51 WIB
Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) memutuskan untuk memperpanjang masa book building (penawaran saham) dari 15 April 2004 menjadi 26 April 2004. Menurut Komisaris EMP, Nazamuddin Latief, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2004), perpanjangan masa book building tersebut disebabkan tingginya minat calon investor untuk membeli saham perseroan pada saat Initial Public Offering (IPO)."Calon-calon investor merasa waktu untuk penelahaan lebih lanjut (due diligence) sangat sempit bila proses book building sampai 15 April 2004. Mereka minta waktu yang lebih panjang lagi karena sangat serius untuk ikut ambil bagian dalam pembelian saham perdana perseroan. Setelah melihat minat investor yang besar tersebut, kita putuskan untuk memperpanjang masa book building," kata Latief.Menurut Latief, perubahan batas akhir book building tersebut juga disesuaikan dengan rencana roadshow ke beberapa negara Asia dan Eropa yang akan dilaksanakan pada minggu pertama Mei 2004.Tingginya minat investor tersebut, menurut Latief, sebenarnya sudah diduga sebelumnya. Hal ini diindikasikan dengan adanya permintaan dari investorasing dari Singapura dan Hongkong yang mencapai US$ 25 juta dalam masa pre-marketing.Sebelumnya, Houston Jusuf, Managing Director PT Danatama Makmur selaku penjamin emisi mengatakan, hingga kini permintaan awal dari investor Singapura dan Hongkong telah mencapai US$ 25 juta. Di antaranya berasal dari Federal International, OCBC dan Commerce Bank Asset Management.Dalam IPO tersebut, EMP akan melepas sebanyak-banyaknya 2,85 miliar lembar saham atau sekitar 30 persen saham perseroan ke publik. Saham tersebut bernilai nominal Rp 100 dan ditawarkan pada kisaran harga Rp 120-170 per saham.Dana hasil IPO ini sebesar 40 persen akan digunakan untuk investasi pada Blok Malacca Strait PSC melalui Kondur dan sebesar 60 persen lagi untuk investasi di Blok Brantas PSC melalui Lapindo. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads