Pada awal perdagangan, IHSG menerima tekanan jual cukup besar pada saham-saham sektor pertambangan. Hal itu membuat IHSG sempat terpuruk di zona negatif selama beberapa waktu. Namun aksi beli selektif pada saham-saham di luar sektor pertambangan, seperti saham-saham grup Astra, perbankan ,dan konsumsi, membuat IHSG berbalik arah ke zona positif.
Seiring dengan daya beli yang tinggi, saham-saham sektor pertambangan pun ikutan diburu, sehingga mempersempit ruang koreksi yang terjadi pada tadi pagi. Gerilya kolektif tersebut sukses membuat IHSG kembali menyentuh zona hijau.
Rentang IHSG hari ini berkisar antara 2.623,774 hingga 2.659,976. Indeks saham tambang masih merah sendirian, turun tipis 0,973 poin (0,05%) ke level 2.408,428. Indeks saham perkebunan naik 6,712 poin (0,34%) ke level 1.966,479.
Pada perdagangan Selasa (12/1/2010), IHSG ditutup naik 27,347 poin (1,03%) ke level 2.659,551. Indeks LQ 45 juga naik 6,324 poin (1,21%) ke level 525,086.
Nilai transaksi asing juga cukup besar hari ini, transaksi beli asing sebesar Rp 1,454 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 921 miliar. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 533 miliar.
Seluruh bursa-bursa regional Asia juga seluruhnya dibuka melorot pada awal perdagangan. Namun beberapa bursa-bursa utama Asia akhirnya berhasil berbalik arah ke zona positif.
- Indeks Shanghai naik 61,22 poin (1,91%) ke level 3.273,97.
- Indeks Hang Seng turun 84,88 poin (0,38%) ke level 22.326,64.
- Indeks Nikkei 225 naik 80,82 poin (0,75%) ke level 10.879,14.
- Indeks Straits Times turun 17,74 poin (0,60%) ke level 2.915,79.
- Indeks KOSPI naik 4,52 poin (0,27%) ke level 1.698,64.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain HM Sanpoerna (HMSP) naik Rp 1.100 ke Rp 11.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 23.850, United Tractors (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 17.900, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 33.500, Astra International (ASII) naik Rp 450 ke Rp 35.400, BCA (BBCA) naik Rp 250 ke Rp 5.150, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 7.850, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 ke Rp 4.750.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain XL Axiata (EXCL) turun Rp 225 ke Rp 2.175, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 11.100, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 ke Rp 2.875, Lonsum (LSIP) turun Rp 150 ke Rp 9.250, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 ke Rp 18.050, Bayan (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 5.550. (dro/qom)











































