Antam Optimis Target Produksi Emas-Perak 2004 Tercapai
Kamis, 15 Apr 2004 17:18 WIB
Bogor - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) optimis target produksi emas dan perak pada tahun 2004 bisa tercapai, meski sempat terganggu akibat adanya kasus tewasnya sejumlah penambang liar di tambang emas Pongkor, Bogor.Hingga kini, produksi Antam baru mencapai 80 persen dari kapasitas normal yang mencapai 350 kilogram emas per bulan. Namun demikian, Antam optimis produksi normal dapat dicapai pada akhir April ini.Demikian diungkapkan Kuasa Direktur Operasi Antam, Eko Warman, dalam jumpa pers di tambang emas milik Antam di kawasan Pongkor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/4/2004)."Sekarang produksi kita memang baru 80 persen, belum normal, karena masih dilakukan audit atas tragedi yang terjadi di Pongkor kemarin. Saat kejadian itu terjadi, kita memang sempat berhenti berproduksi hingga mencapai 30-40 persen dari kapasitas normal," ungkap Eko.Antam sendiri pada tahun 2004 menargetkan bisa memproduksi 4,175 ton emas dan 24,28 ton perak. Angka tersebut melebihi target tahun 2003 yang hanya 4,145 ton emas. "Target itu sengaja kita perbesar karena tahun lalu realisasi produksi ternyata melebihi target yang kita buat. Pada tahun 2003 kita berhasil memproduksi 4,175 ton emas," jelasnya.Ditambahkan Eko, hingga kini Antam baru mencatat produksi sebesar 20 persen dari total target tahunan 2004. "Harusnya kita sudah mencapai 25 persen, tapi karena ada kejadian (Pongkor) membuat produksi kita terhambat menjadi 20 persen. Untuk itu, Antam mencoba memperbaiki metode penambangan untuk mencapai target tersebut. Masih ada waktu 9 bulan untuk mengejarnya," papar dia.Ia menambahkan, hingga kini Antam mencatat cadangan emas terbukti di Pongkor mencapai 50 ton. Itu pun diperkirakan akan habis pada tahun 2015. Untuk itu, Antam saat ini terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru yang potensial.Penambangan LiarPada kesempatan itu, Kapolsek Nanggung, Bogor, AKP Ipik Kusmana, menegaskan pihaknya terus meningkatkan pengawasan untuk menindak adanya kegiatan penambangan liar di wilayah Pongkor. Hingga kini, menurut dia, kegiatan Penambangan Tanpa Izin (PTI) saat ini sudah jauh berkurang.Ditegaskan Ipik, kegiatan penambangan yang menewaskan banyak penambang liar beberapa waktu lalu dipastikan tidak meminta korban dari warga sekitar penambangan melainkan para pendatang."Apapun yang terjadi saat ini kita terus melakukan pembinaan sekaligus melakukan patroli. Saat ini sudah berkurang, tapi beberapa saat lalu kita pernah menahan beberapa gurandil (penambang liar). Bagaimanapun sulit memutus mata rantai antara pembeli dengan gurandil," demikian Ipik Kusmana.
(ani/)











































