Investor melakukan aksi ambil untung atas saham-saham unggulan yang sejak perdagangan awal tahun mengalami penguatan besar. Pelemahan saham-saham grup Bakrie memberi kontribusi besar bagi pelemahan IHSG.
Pada perdagangan Rabu (13/1/2010) sesi I, IHSG ditutup melemah hingga 29,925 poin (1,13%) ke level 2.629,626. Indeks LQ 45 melemah 7,041 poin (1,34%) ke level 518,045.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng merosot 501,18 poin (2,24%) ke level 21.825,46.
- Indeks Nikkei-225 melemah 97,22 poin (0,89%) ke level 10.781,92.
- Indeks Straits Times melemah 23,24 poin ke level 2.892,87.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 45.922 kali pada volume 3.080 juta lembar saham senilai Rp 2 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 122 saham turun dan 45 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp 125 menjadi Rp 2.750, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 800 menjadi Rp 14.000, Indofood (INDF) turun Rp 150 menjadi Rp 3.725, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 9.400, Astra International (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 35.300, BCA (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 5.000.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 menjadi Rp 7.850, AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 50 ,menjadi Rp 50 menjadi Rp 1.270, Bumi Serpong Damai (BSDE) naik Rp 10 menjadi Rp 850.
(qom/qom)











































