Seluruh bursa regional Asia mengalami koreksi cukup besar pada perdagangan hari ini. Bank Sentral China (People's Bank of China) yang mengumumkan rencananya menaikkan GWM (Reserve Requirement Ratio/RRR).
Rencana ini dikhawatirkan akan membuat Bank Sentral China menyerap likuiditas hingga sebesar 200-300 miliar Yuan (US$ 29-43 miliar). Hal ini dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan China dalam menopang perekonomian Asia. Sementara Bank Sentral China mengatakan tujuan kenaikan GWM adalah untuk mencegah potensi meningkatnya angka inflasi China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG pun sejak dibuka langsung anjlok dan tidak pernah bisa menembus level pembukaan. Perdagangan tampak tidak bergairah lantaran tidak adanya daya beli yang memadai yang mampu menahan tekanan jual.
Rentang pergerakan IHSG hari ini berkisar antara 2.623,461 hingga 2.657,903. Seluruh indeks sektoral mengalami koreksi tajam dipimpin oleh penurunan indeks saham tambang dan perkebunan.
Pada perdagangan Rabu (13/1/2010), IHSG ditutup anjlok 26,679 poin (1%) ke level 2.632,872. Indeks LQ 45 melemah 6.568 poin (1,25%) ke level 518,518.
Bursa-bursa regional Asia mengalami koreksi tajam melanjutkan koreksi bursa Wall Street merosot pada perdagangan Selasa malam.
- Indeks Shanghai anjlok 101,31 poin (3,09%) ke level 3.172,66.
- Indeks Hang Seng merosot 578,04 poin (2,59%) ke level 21.748,60.
- Indeks Nikkei-225 melemah 144,11 poin (1,32%) ke level 10.735,03.
- Indeks Straits Times melemah 24,27 poin (0,83%) ke level 2.891,84
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 83.664 kali pada volume 4,994 miliar saham senilai Rp 3,607 triliun. Sebanyak 51 saham naik, 133 saham turun dan 71 saham stagnan.
Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.350 ke Rp 14.250, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 6.150, Petrosea (PTRO) naik Rp 200 ke Rp 10.500, Matahari Dept Store (LPPF) naik Rp 140 ke Rp 1.600, Mayora (MYOR) naik Rp 125 ke Rp 4.425, Bayan naik Rp 50 ke Rp 5.600.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top loser antara lain Indocement (INTP) turun Rp 750 ke Rp 14.050, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 32.800, Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 24.600, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 17.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 23.550, Astra International (ASII) turun Rp 300 ke Rp 35.100.
(dro/qom)











































