Rugi Bersih Indofarma 2003 Rp 129,570 Miliar
Jumat, 16 Apr 2004 13:56 WIB
Jakarta - Perusahaan farmasi pemerintah, PT Indofarma Tbk (INAF) mencatat rugi bersih per tahun 2003 sebesar Rp 129,570 miliar, atau membengkak dibanding tahun 2002 yang mencapai Rp 59,825 miliar.Demikian isi laporan keuangan Indofarma yang disampaikan ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (16/4/2004). Laporan keuangan tersebut memperoleh opini "Wajar Tanpa Pengecualian" dari Kantor Akuntan Publik Hadori & Rekan.Dalam penjelasan auditor itu disebutkan, pada tahun 2003 diketahui persediaan sebagai akibat pembelian pada tahun 2000, 2001 dan 2002 dikategorikan rusak dan kadaluarsa, baik untuk barang jadi maupun bahan penolong yang mempunyai dampak terhadap kenaikan biaya yang diperhitungkan dalam cadangan penyisihan nilai persediaan sebesar Rp 80,040 miliar. Kenaikan cadangan penyisihan tersebut berdampak terhadap bertambahnya kerugian usaha tahun 2003.Sementara, penjualan bersih Indofarma per tahun 2003 juga turun sebesar 27,58 persen menjadi Rp 498,206 miliar, dibanding tahun 2002 yang mencapai Rp 687,983 miliar. Perseroan juga mencatat rugi usaha sebesar Rp 47,051 miliar lebih kecil dibanding rugi usaha tahun 2002 yang sebesar Rp 62,257 miliar. Sedangkan jumlah beban usaha dari Rp 175,419 miliar di tahun 2002 menjadi Rp 183,887 miliar.Selain akibat kondisi di atas, meningkatnya rugi bersih perusahaan farmasi plat merah itu juga karena adanya dana kerugian penyisihan persediaan sebesar Rp 80,040 miliar. Meningkatnya rugi bersih ini juga membuat rugi bersih per saham menjadi Rp 42 dibandingkan tahun 2002 yang rugi per saham Rp 19. Total aset perseroan tahun 2003 sebesar Rp 635,959 miliar, turun dibanding tahun 2002 yang berjumlah Rp 810,027 miliar. Hingga kini, saham Indofarma masih belum bisa diperdagangkan di BEJ, karena telah disuspensi sejak 26 Maret 2004, akibat tingginya rugi bersih yang dialami tahun 2003.
(ani/)











































