Menurut kabar yang diperoleh detikFinance, Kamis (14/1/2010), rencana ISAT menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Januari 2010 dengan agenda perubahan susunan direksi dan komisaris merupakan bagian dari tujuan Qatar Telecom menggeser orang-orang Temasek yang masih tersisa.
Seperti diketahui, Qatar Telecom telah mengakuisisi 40,8% saham ISAT yang dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia (STT) pada Juni 2008. STT merupakan afiliasi dari Temasek. Pasca akuisisi tersebut, Qatar Telecom melakukan perombakan susunan direksi ISAT pada RUPSLB 11 Juni 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Dirut: Johnny Swandi Sjam
- Wadirut: Kaizad Bomi Heerjee
- Direktur Corporate Services: Wahyu Wijayadi
- Direktur Keuangan: Wong Heang Tuck
- Direktur Jaringan: Raymond Tan Kim Meng
- Direktur Pemasaran: Guntur Siboro
- Direktur Jabotabek dan Corporate Sales: Fadzri Santosa
- Direktur Regional Sales: Syakieb Ahmad Sungkar
- Direktur Teknologi Informasi: Roy Kannan
Diantara nama-nama di atas, orang-orang Temasek yaitu Kaizad Bomi Heerjee, Wong Heang Tuck, Raymond Tan Kim Meng dan Roy Kannan. Pada RUPSLB 11 Juni 2009, Qatar Telecom merombak total direksi ISAT dari orang-orang Temasek, kecuali Kaizad.
Jajaran direksi ISAT saat ini adalah
- CEO: Harry Sasongko Tirtotjondro (ex GE Finance), efektif 11 Agustus 2009
- Direktur: Peter Wladyslaw Kuncewicz, efektif 1 September 2009
- Direktur: Kaizad Bomi Heerjee, efektif 11 Juni 2009
- Direktur: Stephen Edward Hobb, efektif 11 Juni 2009
- Direktur: Fadzri Sentosa, efektif 11 Juni 2009.
Kabarnya, Qatar Telecom akan menggeser posisi Kaizad dari susunan direksi serta menggeser posisi Thia Peng Heok George dari posisi Komisaris Independen ISAT. Thia Peng juga disebut-sebut sebagai orang Temasek yang masih menjabat di jajaran komisaris ISAT. (dro/qom)











































