Demikian disampaikan Presiden Direktur FSI Indonesia Legowo Kusumanegoro di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said Jakarta Kamis (14/1/2010).
FSI Peka Fund berbentuk KIK terbuka - saham, dengan lembaga penyalur yang ditunjuk perseroan adalah Citibank. Investasi FSI Peka Fund akan difokuskan ke ekuitas saham. Jumlahnya antara 80-100%. Kemudian investasi akan disalurkan ke produk Surat Utang Negara (SUN) atau obligasi korporasi yang masuk dalam kategori investment grade. Komposisi SUN dan obligasi antara 0-20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FSI Peka Fund akan ditawarkan kepada masyarakat dengan nilai aktiva bersih (NAB) awal sebesar Rp 1.000 per unit penyertaan. Masyarakat dapat memiliki reksa dana ini dengan minimum pembelian sebanyak 1.000 unit atau minimum investasi Rp 1 juta. Biaya manajer investasi yang ditetapkan maksimal 1,5% per tahun.
"FSI Peka Fund ditujukan bagi investor jangka panjang, yang mengharapkan tingkat pengembalian tinggi," ujarnya.
Jenis reksa dana ini juga akan menyisihkan 0,5% dari nilai investasi untuk program Filantropi. Ini merupakan program kemanusiaan, sosial budaya, dan kelestarian alam dan lingkungan hidup.
"Saat ini kami baru bekerja sama dengan Yayasan Kelola untuk program filantropi ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada kembali kerja sama lain selain Kelola ke depannya," kata Legowo.
Biaya bank kostudian, yakni Citibank ditetapkan 0,2% per tahun, dengan biaya pembelian maksimun 2%. Nilai ini juga berlaku pada biaya penjualan kembali dan biaya pengalihan.
Sebelumnya Direktur Pemasaran FSI Indonesia, Putut E. Andanawarih mengungkapkan bahwa target dana yang bisa diraup dari reksa dana ke-8 ini sebesar Rp 200-300 miliar. Namun jika terserap keseluruhan, maka nilainya bisa mencapai Rp 1 triliun.
Ketujuh reksa dana sebelumnya adalah FSI Bond Fund, FSI Balanced Fund, FSI Liquid Plus Fund, FSI Sectoral Fund, FSI Dividend Yield Fund, FSI Multi Strategy Fund, dana FSI Indonesia Value Select Fund.
(wep/dro)










































